Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi Bengkulu sepakat memperkuat kerja sama dalam pengembangan potensi daerah dan peningkatan pelayanan publik.

Kesepakatan tersebut ditandatangani di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Jumat, sebagai langkah konkret memperkuat sinergi antarprovinsi menghadapi tantangan pembangunan.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, semangat kolaborasi harus menjadi budaya kerja pemerintahan daerah agar pelayanan publik lebih efisien dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kita jadikan semangat kolaborasi sebagai budaya kerja pemerintahan daerah. Mari kita ubah paradigma dari bekerja sendiri menjadi bekerja bersama,” kata Andra Soni.

Baca juga: Pemprov Banten dan APINDO kolaborasi tekan angka pengangguran

Menurut dia, tata kelola pemerintahan yang kolaboratif akan memastikan kebijakan daerah disusun berdasarkan data dan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi lintas wilayah juga diperlukan untuk menjawab tuntutan era digitalisasi dan kompleksitas sosial ekonomi.

“Kebijakan daerah yang baik harus dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi, serta diperkuat dengan sinergi lintas sektor dan lintas wilayah yang berorientasi pada hasil yang memberi manfaat langsung bagi rakyat,” ujarnya.

Andra menambahkan, kerja sama ini juga menjadi momentum bagi daerah untuk saling bertukar pengalaman dan berbagi praktik terbaik. Implementasinya akan ditindaklanjuti oleh masing-masing dinas sesuai bidang terkait.

“Kerja samanya macam-macam, nanti akan ditindaklanjuti oleh dinas-dinas terkait dalam rangka meningkatkan pemanfaatan potensi daerah dan kerja sama lainnya terkait pelayanan publik,” ujarnya.

Baca juga: Lindungi siswa, perbaikan jembatan rusak di Cimanggu dipercepat

Ia menilai Banten memiliki potensi besar di berbagai sektor mulai dari sumber daya manusia, industri, pariwisata, hingga pertanian. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa kolaborasi lintas sektor dan wilayah.

“Untuk itulah Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong terwujudnya tata kelola yang kolaboratif melalui berbagai langkah nyata,” tutur Andra.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengapresiasi langkah pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten. Ia menilai Banten mampu menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan percepatan pembangunan hingga ke desa.

Baca juga: Pemprov Banten bentuk Satgas untuk atur jam operasi pengangkutan tambang

“Di tengah efisiensi, Pemprov Banten mampu membangun jalan di desa-desa. Sehingga saya bawa Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu untuk belajar dan persoalan lainnya juga,” ungkapnya.

Helmi mengatakan, Banten merupakan provinsi yang layak dijadikan mitra strategis dalam pengelolaan anggaran dan kebijakan pembangunan.

“Banten merupakan provinsi yang maju, baik dari segi ekonomi maupun lainnya. Kami memandang Banten sebagai tempat yang layak untuk belajar bagaimana mengelola anggaran dalam membuat program-program di tengah efisiensi yang sedang dilakukan,” katanya.

Baca juga: Pemprov Banten siap sosialisasikan proses reaktivasi Rangkasbitung-Pandeglang

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026