Tangerang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Banten menyelenggarakan pelatihan konseling menyusui (End-User) bagi tenaga kesehatan (nakes) dalam mendukung program ASI eksklusif.
Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni di Tangerang Senin mengatakan kegiatan ini diikuti oleh para tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka sebagai konselor menyusui yang andal.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif dan mencegah stunting serta masalah gizi pada bayi dan balita," kata dr Dini di Tangerang.
Ia mengatakan para peserta dibekali materi pelatihan mulai dari kebijakan dukungan menyusui dalam program peningkatan pemberian ASI di Indonesia.
Lalu kemudian konsep menyusui, evaluasi kegiatan menyusui, tantangan menyusui pada ibu dan bayi, hingga Building Learning Commitment, antikorupsi dan penyusunan rencana tindak lanjut.
Baca juga: Masyarakat Tangerang diajak jadi orang tua asuh anak berisiko stunting
Pelatihan ini merupakan upaya nyata dalam memperkuat kompetensi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam pelayanan gizi masyarakat.
"Kami berharap para peserta, khususnya tenaga gizi dan bidan, dapat berperan aktif sebagai konselor menyusui di wilayah kerjanya masing-masing. Ini sangat penting untuk pencegahan masalah gizi dan peningkatan status gizi masyarakat," ujarnya.
Tak hanya itu saja, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam menekan angka stunting dan mendukung pencapaian target nasional dalam pemberian ASI eksklusif.
"Melalui pelatihan ini, diharapkan tercipta ekosistem layanan kesehatan primer yang ramah ibu dan bayi serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," ujarnya.
Baca juga: 147 pelajar di Tangerang ikuti penjaringan atlet disabilitas berbakat
