Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tangerang, Banten mengajak masyarakat berperan sebagai orang tua asuh bagi anak-anak atau keluarga yang terindikasi berisiko stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan di Tangerang, Senin, mengatakan penanganan stunting tidak lagi hanya mengandalkan intervensi pemerintah, tetapi harus ada kesadaran kolektif jika mencegah stunting adalah tanggung jawab bersama.

"Kami mengajak semua elemen masyarakat secara individu, organisasi, pelaku usaha hingga lembaga pendidikan untuk berperan sebagai orang tua asuh bagi anak-anak atau keluarga yang terindikasi berisiko stunting," katanya.

Baca juga: Seribu balita berisiko stunting di Kota Tangerang terima bantuan pangan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang melaporkan bahwa pada tahun 2025 angka stunting di wilayah ini telah berhasil ditekan hingga mencapai 10,61 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 15 persen pada tahun 2025.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, sesuai mandat Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang RPJMN Tahun 2020-2025, target penurunan prevalensi stunting tahun ini adalah 15 persen.

"Sedangkan Kota Tangerang saat ini di angka 10,61 persen, yang artinya sudah di bawah target nasional. Namun, ini akan kembali diperkuat untuk dilakukan penurunan yang lebih maksimal lagi," katanya.

Baca juga: Alfamart Sahabat Posyandu dukung tumbuh kembang balita di Indonesia

Adapun program-program unggulan di Kota Tangerang ialah skrining calon pengantin, imunisasi dasar lengkap, pemberian makanan tambahan, Sate Sami dan ragam program lainnya dari seluruh OPD terkait.

Lalu ada Posyandu Aktif, Pemantauan Tumbuh Kembang Anak, dan Pemberian Makanan Tambahan Bergizi telah menjadi bagian penting dari strategi Pemerintah Kota Tangerang dalam menekan angka stunting sejak dini

"Fokus ke depan adalah menjaga tren penurunan dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari akses terhadap gizi dan layanan kesehatan yang layak," katanya.

Baca juga: Kecamatan Citangkil gandeng swasta salurkan paket makanan bergizi

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Tihar Sopian menjelaskan program Genting mengintegrasikan berbagai intervensi spesifik dan sensitif.

Misalnya saja peningkatan cakupan imunisasi, edukasi gizi keluarga, pemenuhan sanitasi layak, serta optimalisasi program Satu Telur Satu Minggu (Satesami), yang selama ini telah berjalan di tingkat kelurahan dan kecamatan.

"Pemkot Tangerang menargetkan dengan program Genting, tren penurunan stunting terus berlanjut hingga mencapai nol persen pada tahun-tahun mendatang," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Serang minta IBI berperan aktif tekan AKI/AKB serta stunting



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026