Serang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, bersama personel gabungan melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Maulana Yusuf (MY).
"Kami telah melakukan penertiban secara gabungan, penertiban ini dilakukan agar para pedagang kembali ke tempat yang telah ditetapkan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Zeka Bachdi di Serang, Kamis.
Dia mengatakan untuk total PKL yang diterbitkan kurang lebih sebanyak 200 pedagang, karena mereka kembali menempati lokasi lama di sempadan jalan dan halaman Taman Makam Pahlawan (TMP) Ciceri, sehingga mengganggu pengguna jalan.
"Sebenarnya ini pedagang yang sama ya totalnya ada 200, jadi sudah ditertibkan kembali lagi jualan di depan stadion ini dan ini tentu mengganggu lalu lintas," katanya.
Baca juga: Disparpora Serang alokasikan Rp2,7 M untuk tata Stadion Maulana Yusuf
Ia mengatakan pemindahan para pedagang ke dalam stadion tersebut dilakukan untuk sementara waktu sebelum akhirnya dipindahkan ke tempat yang disediakan oleh Pemkot Serang karena saat ini sedang proses lelang.
"Kita buat para pedagang ini di satu titik, dan solusinya Disparpora lagi mempersiapkan lelang untuk membangun penunjang stadion salah satunya kios untuk pedagang, dan hanya tinggal persiapan lelang saja insyaallah April ini dimulai," katanya.
Ia menjelaskan dari hasil penertiban itu dapat memberikan rasa nyaman bagi pejalan kaki di pedestrian dan parkir liar tidak menimbulkan kemacetan.
Sementara itu, seorang pedagang, Ana mengaku siap direlokasi kembali jika semua pedagang kompak untuk pindah agar lokasi yang baru tidak sepi pembeli.
"Kami mau aja direlokasi ke dalam Stadion tapi harus semua biar pembelinya fokus di satu titik saja, soalnya kita juga pendapatan turun," katanya.
Ia mengaku jika berjualan di luar stadion dapat meraup keuntungan lebih dibanding jika di dalam stadion.
Baca juga: Pemkot Serang bongkar 23 kios di Pasar Taman Sari
