Pandeglang (ANTARA) -
 
"Kami sekarang sekali melaut bisa menghasilkan sebanyak 300 kilogram ikan dari sebelumnya 150 kilogram," kata Herman (50), seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Carita Pandeglang, Rabu.
 
Para nelayan pesisir Banten bagian barat kini melimpah, sehingga tangkapan ikan meningkat.

Baca juga: Transaksi pelelangan ikan di Lebak tembus Rp10 miliar
 
Saat ini, nelayan TPI Carita Pandeglang mencari ikan ke perairan Selat Sunda bagian utara hingga perairan Lampung. Sebab, saat ini nelayan dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau, karena terjadi erupsi atau letusan Gunung Anak Krakatau dan membahayakan jika mendekati kawasan gunung tersebut.
 
Kebanyakan peningkatan ikan tangkapan itu jenis ikan tongkol seberat 2 kilogram dan kuwe 2 kilogram per ekor, juga tangkapan gurita, ikan tuna, cakalang, kakap merah, dan lainnya.
 
"Kami bisa menghasilkan transaksi pelelangan ikan sekitar Rp10 juta dari sebelumnya Rp5 juta. Pendapatan Rp10 juta itu bisa membawa uang ke rumah Rp1 juta setelah dipotong biaya pembelian bahan bakar minyak (BBM)," kata Herman.

Baca juga: Tangkapan nelayan tradisional di Lebak naik dua kali lipat
 
Begitu juga nelayan TPI Teluk Labuan, Pandeglang Sarmid (60) mengatakan kini bisa memperbaiki rumah dari hasil tangkapan ikan meningkat tajam hingga 100 persen.
 
Biasanya, tangkapan ikan rata-rata sekitar 100 kilogram, namun kini 200 kilogram.
 
"Kami selama ini bisa pulang membawa uang setelah transaksi pelelangan Rp1,2 juta dari semula Rp600 ribu," katanya menjelaskan.
 
Ia mengatakan dirinya bersama nelayan TPI Teluk Labuan melakukan pencarian ikan di sekitar Pulau Peucang, Tanjung Lesung Ujung Kulon hingga Pulau Rakata. Sebab, di perairan itu banyak populasi ikan besar, seperti tongkol, tenggiri, tuna, dan lainnya.

Baca juga: Banten mulai kembangkan kopi dari Gunung Karang Pandeglang
 
Sebagian besar nelayan Pandeglang merupakan nelayan tradisional dengan menggunakan perahu berkapasitas di bawah 15 gross tonnage (GT).
 
Apabila dilanda cuaca buruk di perairan Selat Sunda, mereka lebih memilih tidak melaut guna menghindari kecelakaan.
 
"Kami dan seorang teman waspada dan hati-hati, meski gelombang normal, karena sore hari dilanda hujan deras," katanya pula.
 
Sementara itu, petugas TPI Teluk Labuan Pandeglang Yanto mengimbau nelayan pesisir perairan Selat Sunda tetap waspada dan penuh hati-hati untuk menghindari kecelakaan laut. Kendati saat ini cuaca relatif normal di perairan Selat Sunda bagian selatan dan utara.
 
"Kami minta nelayan hati- hati melaut sehubungan adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau guna mengurangi risiko kebencanaan," katanya lagi.

Baca juga: Group CIMB Niaga tanam bambu di Ponpes Kun Karima Pandeglang


Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026