Pelaksana Pengawas Lapangan Bendung Pintu Air 10 Tangerang, Dedi di Tangerang, Selasa, mengatakan, batas normal ketinggian air Sungai Cisadane 12,50 meter, tetapi menurun menjadi 12,10 meter dan kini 12 meter.
"Selama sepekan penurunan sangat drastis, disebabkan musim kemarau yang bekepanjangan," katanya.
Akibat terus menurunnya paras, maka 10 pintu air tidak dibuka untuk mengantisipasi kondisi kian memburuk.
Beberapa kali irigasi di Kota Tangerang sudah mengalami kekeringan. Tak hanya itu, air Sungai Cisadane merupakan sumber utama bagi PDAM.
"Kondisi air di Sungai Cisadane sudah berlumut dan kurang baik jika digunakan untuk PDAM. Air PDAM bagus bila banyak lumpurnya," katanya.
Walaupun menutup 10 pintu air, tetapi dua pintu intek di bagian barat dan timur yang mengaliri air ke wilayah Kabupaten Tangerang tetap dibuka.
Karena, aliran air tersebut sangat dibutuhkan para petani untuk mengairi sawah. "Kami tidak menutup dua pintu intek sebab sangat dibutuhkan petani," ujarnya.
Kekeringan parah Sungai Cisadane terjadi pada kurun waktu tiga tahun lalu dengan ketinggian air hanya 11,70 meter. "Kami harapkan tidak terjadi kekeringan seperti tiga tahun lalu," katanya.
Editor : Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026