Tangerang (ANTARA) - Bali International Film Festival (Balinale) mencatat ada 1.300 karya film yang masuk dari berbagai negara termasuk Indonesia menjelang penyelenggaraan edisi ke-19 Balinale pada tanggal 1–7 Juni 2026
Festival Director Balinale Deborah Gabinetti mengatakan Balinale selalu lebih dari sekedar pemutaran film namun ruang untuk membangun koneksi antarbudaya, antarkomunitas, dan antara manusia dengan cerita yang bermakna.
Melalui kategori resmi seperti Short Narrative, Narrative Feature, Short Documentary, Documentary Feature, dan Short Animation, festival ini akan menampilkan 100 film dari 35 negara, termasuk 20 world premieres, 10 international premieres, dan 26 Asian premieres.
Baca juga: Direktur Balinale jadi juri kompetisi internasional di Kanada-Amerika
Festival film internasional tahunan bergengsi di Indonesia yang didirikan Bali Film Center juga memiliki kategori penghargaan baru untuk Best Indonesian Short ‘Tapestry of Indonesia’.
"Balinale juga terus mendorong pertumbuhan sinema Indonesia, termasuk kemunculan sutradara muda berbakat, berkembangnya suara baru dalam film fiksi dan dokumenter, serta kemajuan kreativitas dan teknologi dalam animasi dan produksi layar modern," katanya.
Sebelumnya telah digelar juga prelude bertajuk Road to Balinale 2026 di kawasan Sanur Bali yang menghadirkan acara menarik sekaligus mengajak masyarakat Sanur menjadi bagian dari perjalanan festival sebelum resmi dimulai pada bulan Juni.
Sebagai festival film pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berstatus Academy Award® Qualifying Festival, Balinale terus memperkuat posisinya sebagai salah satu platform budaya internasional terpenting di Tanah Air.
Baca juga: Industri film Indonesia butuh perlindungan negara
Pada tahun 2024, Balinale resmi ditetapkan sebagai festival kualifikasi Oscar®, yang membuka peluang lebih besar bagi sineas untuk meraih pengakuan global melalui kompetisi film pendeknya.
Di saat yang sama, Balinale terus mendorong pertumbuhan sinema Indonesia, termasuk kemunculan sutradara muda berbakat, berkembangnya suara baru dalam film fiksi dan dokumenter, serta kemajuan kreativitas dan teknologi dalam animasi dan produksi layar modern.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan diri dan daya saing perfilman Indonesia di kancah internasional.
Baca juga: Syuting film Korea berikan dampak positif promosi Kota Tangerang
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026