Tangerang (ANTARA) - Bali International Film Festival (Balinale) edisi ke-19 secara resmi akan dibuka 19 pada 1-7 Juni 2026 di Icon Bali Mall yang menampilkan 4 film dari 38 negara terdiri dari 20 World Premiere, 10 International Premiere, 26 Asian Premiere.
Program pemutaran film menampilkan rangkaian cerita, perspektif, dan suara sinematik yang dinamis sekaligus menekankan pentingnya co-produksi internasional yang semakin berkembang dalam sinema kontemporer.
Selain itu, akan hadir 26 film Indonesia dengan Balinale memperkenalkan kategori penghargaan baru yaitu Best Indonesian Short Tapestry of Indonesia, yang merayakan kekayaan dan keberagaman cerita dari Indonesia.
Baca juga: Enam film mewarnai kehadiran AFAA di Balinale 2026
Sejumlah film yang masuk kompetisi resmi dari beragam kategori yakni untuk Narrative Feature diantaranya Mon Ami, Aisha, Death Drive dan Sound of Falling. Untuk kategori Documentary Feature yakni Divia, The Madness of Moonlight, The Rain Won't Let Us Fly dan The Designer Is Dead.
Selain itu ada juga Short Narrative dan Short Documentary. Penghargaan Film Pendek Terbaik yang memenuhi syarat untuk pertimbangan Academy Award® akan dipilih dari pemenang kategori Film Pendek Naratif, Film Pendek Dokumenter dan Animasi Pendek.
Sejumlah Dewan Juri BALINALE 2026 adalah Yosep Anggi Noen, Eros Zhao, Joseph J.U. Taylor, Marcella Zalianty, Annissa Nurul Shanty Kusuma Wardhani Heryadie, Richard Todd, I Made Denny Chrisna Putra, Denise Castelli, Nirartha Bas Diwangkara, dan David Hanan.
Balinale 2026 akan ditutup dengan film The End, disutradarai Joshua Lincoln Oppenheimer (Denmark, Jerman, Irlandia, Italia, Inggris, Swedia, Amerika Serikat).
Baca juga: Balinale jadi daya saing perfilman Indonesia di kancah internasional
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.