Serang (ANTARABanten) - Rabeg makanan khas Banten berupa daging kambing muda ditambah rempah-rempah serta bumbu khusus ternyata masih populer bagi warganya ditengah-tengah serbuan makanan asing.

Berdasarkan pantauan ANTARA di dua restoran yang menjual Rabeg, Senin, saat jam makan siang pengunjung sangat banyak dapat dilihat dari tempat duduk yang penuh.

"Tidak hanya warga Banten saja yang suka, banyak pelanggan dari luar Banten yang suka rabeg," kata  Babay pemilik pondok makan Endah Sari.

Babay mengatakan, bahan dasar rabeg sendiri terbuat dari daging kambing muda ditambah rempah-rempah serta bumbu khusus.

"Selama dua belas tahun saya berjualan rabeg dan alhamdulillah memberi kontribusi pendapatan bagi keluarga," ujar Babay.

Bagi masyarakat yang belum mengenal makanan ini, rabeg biasanya terbuat dari daging atau kalau suka ditambah dengan jeroan kambing disajikan dengan kuah pekat campuran lada dan rempah-rempah.

Sajian kambing ditambah rempah-rempah ini akan membuat penikmat makanan bercucuran keringat, kata Sinta salah satu pegawai bank yang ditemui di pondok makan Endah Sari di Jalan Jend. Sudirman.

Babay mengatakan, rabeg biasanya hanya disediakan saat ada acara pernikahan dan acara selamatan lainnya.

Ia juga menambahkan rabeg merupakan sajian khas masyarakat, terutama warga Serang dan Cilegon.

Wisatawan yang akan ke Serang serta mencari makanan ini tidak sulit beberapa rumah makan di Serang misalnya menjual makanan ini bersama makanan lain.

"Jangan ragu tanyakan makanan ini kalau mampir di warung atau rumah makan tradisional di Serang atau Cilegon," ujar dia.




: Ganet Dirgantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026