Jakarta (ANTARA News) - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk berupaya memperkuat pelayanan di kantor cabang mereka Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) seiring dengan semakin pesatnya perkembangan bisnis di kawasan itu.

"Kami telah memindahkan lokasi kantor ke tempat lebih strategis sehingga lebih mendekatkan diri kepada masyarakat di Pekalongan," kata Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro di Jakarta, Senin, terkait dengan relokasi kantor mereka di kawasan tersebut.

Perkembangan Kota Pekalongan sebagai sentra batik membuat kebutuhan kredit bagi pengadaan tempat usaha, kantor, ruko, bahkan rumah sangat besar sehingga manajemen memandang perlu untuk lebih mendekatkan ke masyarakat, papar Iqbal.

Iqbal mengatakan, kantor cabang Bank BTN di Kota Pekalongan awalnya berada di lokasi yang tidak dekat dengan pusat bisnis wilayah tersebut.

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya manajemen berada pada satu keputusan untuk memindahkan lokasi kantor ke tempat yang strategis agar berkembang menjadi lebih baik.

"Insya Allah dengan tempat yang baru ini Bank BTN kantor cabang Pekalongan dapat memberi peran lebih yang positif dalam meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah ini," ungkap dia.

Bank BTN memiliki bisnis utama di bidang pembiayaan perumahan termasuk industri ikutannya, sangat berkepentingan untuk mengambil peran dalam pengembangan ekonomi di Pekalongan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Perkembangan pesat terjadi di sejumlah kota di Jateng seperti Yogyakarta, Semarang dan Solo, termasuk dalam hal ini Pekalongan sehingga manajemen memutuskan agar kawasan itu diperkuat, kata Iqbal.

"Kami berharap dengan lokasi yang baru Bank BTN Pekalongan dapat lebih meningkatkan kinerjanya, terutama menjadi bagian penggerak ekonomi masyarakat khususnya di wilayah Pekalongan," kata Iqbal.

BTN saat ini merupakan bank yang memiliki kinerja positif, di antaranya pertumbuhan asset sebesar 20,92 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) 27,41 persen, Kredit 21,46 persen, dan Laba 13,84 persen.

Bank BTN kini memiliki jaringan kerja luas, didukung 551 jaringan kantor konvensional, 31 kantor layanan syariah dan 2.661 kantor layanan yang tersambung secara online dengan kantor pos di seluruh Indonesia, 745 ATM, serta 24.000 ATM Link dan jaringan Prima.


 




Editor : Ganet Dirgantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026