"Saat ini harga-harga hasil perkebunan kembali naik, dibandingkan pada minggu pertama," kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak Ahmad Yusup di Rangkasbitung, Kamis.
Ahmad mengatakan, selama sepekan terakhir harga komoditi perkebunan terjadi kenaikan, berkisar Rp2.000/kg sampai Rp4.000/kg.
Jenis karet lump semula Rp10.000/kg naik menjadi Rp12.000/kg, karet sheet semula Rp18.000/kg naik menjadi Rp22.000/kg, cengkih sebelumnya Rp43.000/kg naik menjadi Rp45.000/kg dan kakao nonfermentasi dari Rp17.500/kg naik menjadi Rp18.000/kg.
Sedangkan, kopi arabika semula Rp10.000/kg naik menjadi Rp12.000/kg, lada putih dari Rp40.000/kg naik Rp42.000/kg, lada hitam Rp22.000/kg menjadi Rp23.000/kg dan kapolago semuala Rp35.000/kg naik menjadi Rp37.000/kg.
"Saya kira harga perkebunan itu dipastikan terus mengalami kenaikan, karena permintaan cukup tinggi," katanya.
Dia juga mengatakan, membaiknya harga komoditi perkebunan itu, dipastikan banyak petani sawah beralih ke perkebunan seperti kakao, karet, cengkih, kopi dan lada putih.
Sebab pendapatan dari perkebunan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi pedesaan serta kesejahteraan masyarakat.
Dia mencontohkan, sekitar tahun 1970-an petani Lebak pernah mengalami kejayaan dari hasil kebun cengkih, sehingga banyak petani setempat menunaikan ibadah haji.
Selain itu, mereka juga mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi.
"Karena itu, dengan membaiknya harga komoditas diharapkan bisa merebut kembali kejayaan itu," katanya.
Ujang (50), seorang pengumpul hasil perkebunan di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, mengaku selama ini harga karet kembali naik akibat meningkatnya permintaan.
Kenaikkan tersebut terjadi setelah membaiknya krisis global, sehingga permintaan pasar internasional kembali meningkat. Sebelumnya, lanjut dia, harga karet anjlok akibat krisis global tahun 2008 hingga harga karet mencapai Rp2.000 per kilogram.
Kondisi demikian, kata dia, banyak petani karet merugi bahkan perkebunan miliknya terpaksa dijual atau digadaikan kepada tetangganya.
"Dengan membaiknya harga karet itu diharapkan pendapatan petani meningkat," katanya.
: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.