Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan (Dindik) memperluas jangkauan program sekolah swasta gratis pada 2026 dengan menyertakan jenjang madrasah aliah (MA).
Kepala Dindik Provinsi Banten Jamaludin di Serang, Kamis, mengatakan perluasan ini kebijakan terbaru Gubernur Banten untuk memastikan pemerataan pendidikan.
Pihaknya mengalokasikan sekitar 10 ribu kuota tambahan khusus untuk MA kelas 10, 11, dan 12.
"Untuk penentuan terkait nama-nama sekolahnya, kami serahkan sepenuhnya kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten sehingga data kabupaten dan kotanya akan bervariasi," ujarnya.
Baca juga: PSG Banten dongkrak minat siswa ke sekolah swasta
Penambahan alokasi untuk MA menggenapkan total ketersediaan kursi sekolah swasta gratis di Banten menjadi sekitar 70 ribu kursi. Sebelumnya, Disdik menyiapkan 60 ribu kuota tersebar di 272 SMA, SMK, dan SKH swasta.
Dia mengatakan 70 ribu kuota tersebut dipastikan aman untuk menampung sekitar 20 ribu calon peserta didik yang diperkirakan tidak lolos masuk sekolah negeri. Tahun ini, daya tampung SMA dan SMK negeri di Banten tercatat 82.703 kursi, sedangkan proyeksi pendaftar 100 ribu anak.
"Siswa yang tidak diterima di negeri sudah pasti otomatis terkaver. Jadi orang tua sekarang ini, apabila anaknya tidak terima di sekolah negeri, maka dia punya kesempatan untuk sekolah swasta gratis," katanya.
Jamaludin menegaskan sekolah swasta yang tergabung dalam program kerja sama ini dilarang memungut biaya apa pun.
Baca juga: SPMB mudahkan orang tua akses pendidikan transparan
Aturan yang nantinya dimuat dalam peraturan gubernur (pergub) ini mewajibkan sekolah menggratiskan secara penuh uang pangkal, sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), biaya rapor, ijazah, hingga ujian semester.
"Jika kuota sekolah swasta tersebut penuh pendaftar, pihak sekolah diwajibkan untuk memprioritaskan penerimaan siswa dari keluarga tidak mampu," katanya.
Terkait dengan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026, pemerintah membagi jadwal ke dalam beberapa tahap agar pendaftar memiliki kesempatan berulang jika tidak lolos di satu jalur.
Pendaftaran jalur domisili lingkungan dibuka pada 10-11 Juni dengan pengumuman pada 13 Juni, jalur domisili wilayah dibuka pada 17-18 Juni dan diumumkan pada 19 Juni, jalur afirmasi dilaksanakan pada 22-23 Juni dengan pengumuman pada 24 Juni.
Seluruh siswa dijadwalkan mulai masuk tahun ajaran baru secara serentak pada 13 Juli 2026.
Baca juga: Pemkab Tangerang buka 11.072 kuota siswa untuk Sekolah Gratis
Editor : Lukman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026