Lebak (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meminta masyarakat mengintensifkan kegiatan membersihkan lingkungan masing-masing untuk mencegah merebak penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah di Rangkasbitung, Jumat, menjelaskan pentingnya lingkungan bersih guna mencegah berkembang biak nyamuk penyebab DBD.

Hingga saat ini, tercatat 391 kasus warga setempat mengalami DBD.

Ia menyatakan pentingnya pencegahan lonjakan kasus tersebut di daerah setempat. 

Baca juga: Disketapang Kabupaten Lebak: Persediaan beras relatif aman dan mencukupi

"Kami berharap masyarakat dapat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M Plus (menutup, menguras, dan mendaur ulang) dan pemberian Abate untuk membunuh jentik nyamuk sehingga dapat memutus mata rantai kasus DBD," katanya.

Ketua RT 01/09 Kelurahan Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak Imam mengatakan terjadinya penambahan satu kasus DBD menimpa warga setempat yang telah ditindaklanjuti dengan membawa ke fasilitas kesehatan setempat untuk mendapatkan perawatan medis.

"Kami minta masyarakat agar mewaspadai penularan kasus DBD," kata dia dalam keterangan.

Seorang warga Pasir BPM Rangkasbitung yang dilarikan ke Klinik Husada di daerah tersebut, bernama Atin (45), dinyatakan positif DBD. Pasien selama tiga hari terakhir mendapat perawatan medis di tempat itu.

Dalam sepekan terakhir, tiga warga setempat khususnya di RT/RW 01/09 Rangkasbitung dinyatakan positif DBD.

Baca juga: Cegah DBD, Dinkes Lebak lakukan pencanangan gerakan Jumantik

"Kami minta warga agar menjaga kebersihan di sekitar rumah dan lakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), terlebih curah hujan cukup tinggi," katanya.

Suami Atin, Baban (45), mengaku sudah tiga hari menemani isterinya yang dirawat di Klinik Husada karena positif DBD.

"Kami berharap isteri saya itu sembuh dan bisa kembali ke rumah," katanya.

Baca juga: Realisasi penyerapan gabah Bulog Lebak tembus 17 ribu ton



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Lukman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026