Lebak (ANTARA) - Kepala Bidang Distribusi dan Sumberdaya Pangan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Lebak Tubagus Sonip mengatakan saat ini persediaan beras relatif aman dan mencukupi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat di daerah itu.
"Kita menjamin ketersediaan beras untuk konsumsi masyarakat aman dan mencukupi," kata Sonip dalam keterangan di Lebak, Jumat.
Pemerintah Kabupaten Lebak memiliki stok cadangan pangan daerah (CPD) sebanyak 198,4 ton tahun 2026 dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) setempat.
Baca juga: Cegah DBD, Dinkes Lebak lakukan pencanangan gerakan Jumantik
Persediaan CPD tersebut, nantinya untuk keperluan konsumsi masyarakat jika terjadi kerawanan pangan akibat musibah bencana alam maupun gagal panen dan wabah penyakit juga harga bahan pokok melambung tinggi.
Karena itu, pemerintah Kabupaten Lebak memiliki persediaan CPD agar masyarakat tidak menimbulkan kelaparan, terlebih di daerah ini masuk kategori rawan bencana alam.
Potensi bencana alam tersebut juga terjadi setiap tahun, karena topografi alamnya pegunungan, perbukitan, daerah aliran sungai dan pesisir pantai.
"Kita setiap tahun mengalokasikan anggaran pembelian beras sebagai CPD untuk mengantisipasi masyarakat agar tidak menimbulkan kerawanan pangan dan kelaparan," katanya menjelaskan.
Baca juga: Realisasi penyerapan gabah Bulog Lebak tembus 17 ribu ton
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Lebak tahun ini untuk CPD dialokasikan Rp1,1 miliar dari APBD 2026 untuk 89 ton beras dengan harga Rp13.000 per kilogram (kg), sedangkan sisa tahun lalu terdapat 117 ton.
Selama ini, kata dia, anggaran untuk stok CPD relatif terbatas, terlebih saat ini adanya efisiensi anggaran.
"Stok CPD itu disimpan di Gudang Perum Bulog," katanya menjelaskan.
Baca juga: Kakak beradik warga Badui jual madu dengan tempuh ratusan kilometer
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Lukman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.