Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten meminta masyarakat mewaspadai penyebaran demam berdarah (DBD) saat peralihan musim hujan ke musim kemarau, yang berpotensi berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten Nining Tilawah di Lebak, Rabu, meminta masyarakat mewaspadai penyebaran kasus DBD saat peralihan musim hujan ke musim kemarau, yang berpotensi berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.
Berdasarkan data Dinkes Lebak periode Januari sampai April 2026 tercatat 391 kasus dan kematian nol persen.
Karena itu, masyarakat dapat mewaspadai penyebaran kasus penyakit yang mematikan itu dengan melakukan pencegahan di antaranya dapat membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan menjaga lingkungan bersih.
Baca juga: Cegah DBD, Dinkes Lebak ajak warga jaga kebersihan
Selain itu melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3 M Plus (menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur narang bekas yang bisa jadi tempat perindukan nyamuk).
Disamping itu juga menghindari gigitan nyamuk dengan memakai obat nyamuk baik spray atau repellent serta penyebaran Abate.
Masyarakat dapat memasang kasa pada lubang angin, sehingga nyamuk tidak masuk ke dalam ruangan rumah.
Selama ini, kata dia, gerakan kebersihan lingkungan melalui PSN dan 3M Plus itu dinilai cukup efektif untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit DBD, karena jentik-jentik nyamuk mati dan tidak berkembang.
"Kami minta masyarakat bergotong royong dengan melakukan gerakan PSN dan 3 M, karena lebih efektif dan murah untuk memutuskan mata rantai penyebaran kasus DBD," katanya.
Baca juga: Cegah DBD, Dinkes Lebak imbau warga jaga kebersihan lingkungan
Sementara itu, Lurah Muara Ciujung Timur Rangkasbitung Kabupaten Lebak Mutria mengatakan pihaknya mengintruksikan masyarakat di wilayahnya melakukan gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menebar bubuk Abate yang didistribusikan dari Dinas Kesehatan setempat untuk pencegahan kasus DBD.
"Kami berharap bubuk Abate ditebar di genangan air juga bak mandi untuk membunuh jentik - jentik nyamuk DBD," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Ketua RT/RW 01/09 Kelurahan MC Timur Rangkasbitung Iman mengatakan warganya tercatat delapan orang terserang kasus DBD dan lima di antaranya sudah sembuh, satu di rawat di RS Misi, dan orang baru gejala, sedangkan RT 2 positif dua orang.
"Kami sekarang mewaspadai kasud DBD dengan melakukan kebersihan lingkungan juga PSN dan 3M Plus untuk mencegah penyakit akibat gigitan nyamuk," katanya.
Baca juga: Cegah DBD, warga Serang diimbau tidak hanya andalkan fogging
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026