Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, memberikan subsidi harga pada gerakan pangan murah (GPM) sebagai upaya menekan inflasi di daerah tersebut.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tangerang, Kamis mengatakan melalui program Warung Tekan Inflasi (Warteksi) yang digelar di Gerai Tangerang Gemilang (GTG) Cikupa ini diharapkan bisa menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

"Pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan melaksanakan program Warung Tekan Inflasi dengan menyediakan sembako murah. Harga tersebut disubsidi pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat," jelasnya.

Menurut Maesyal, program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan inflasi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Baca juga: Pemkab Tangerang siapkan strategi hadapi kenaikan harga pangan

Ia juga menjelaskan, dengan adanya Warteksi masyarakat dapat membeli paket sembako dengan harga jauh lebih murah, bahkan hingga separuh dari harga pasar.

Dimana, lanjutnya, berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, cabai, hingga bawang tersedia dengan sistem subsidi yang signifikan.

"Misalnya harga paket sembako di pasar sekitar Rp312.200, masyarakat bisa membeli hanya sekitar Rp172.000. Selisihnya disubsidi pemerintah," tuturnya.

Ia menambahkan, program Warteksi tersebut dilaksanakan secara berkala, setiap tiga bulan sekali selama tiga hari, serta menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang secara bergilir.

"Program ini kita laksanakan rutin, digilir di setiap kecamatan. Bahkan ada juga yang dilaksanakan oleh kecamatan setiap dua bulan sekali. Ini semata-mata untuk meringankan beban masyarakat," ungkapnya.

Baca juga: Perekonomian Indonesia alami inflasi tahunan 3,48 persen pada Maret

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, menerangkan bahwa Warteksi yang digelarnya menyediakan delapan komoditas utama dengan harga subsidi.

Adapun delapan komoditas yang disediakan meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit merah, dan cabai rawit hijau, dengan total pasokan mencapai sekitar 1,9 ton di dua lokasi, yakni Gerai Tangerang Gemilang Cikupa dan Pasar Curug.

Sejumlah komoditas tersebut dijual dengan harga jauh di bawah harga pasaran. Beras premium 2 kilogram yang di pasaran seharga Rp30.200, dijual hanya Rp7.000.

Kemudian, Gula pasir dari harga Rp19.000 menjadi Rp12.000, minyak goreng dari Rp23.000 menjadi Rp13.500, serta berbagai komoditas lain dengan subsidi hingga Rp20.000 perkilogramnya.

"Program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat," kata dia.

Baca juga: Kota Tangerang masuk 12 daerah terbaik kendalikan inflasi

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026