Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lebak, Banten mengoptimalkan pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mencegah terjadinya keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kita tentu mengantisipasi pencegahan keracunan makanan, sehubungan dengan terjadinya diberbagai daerah di Tanah Air," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Maman Suryaman saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Senin.
Program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto sangat mulia, karena bisa memberikan kualitas gizi anak - anak sekolah, sehingga dapat meningkatkan kecerdasan. Selain itu, juga dapat motivasi anak untuk belajar di kelas, sehingga bisa mencegah siswa putus sekolah.
Namun demikian, pihaknya kini mengoptimalkan pengawasan dapur SPPG agar higienis dan bersih, sehingga program MBG berjalan lancar dan tidak menimbulkan keracunan.
Baca juga: Pemerintah tutup dapur SPPG yang sebabkan keracunan
Pengawasan itu, kata dia, pihaknya berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), ahli nutrisi , Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Badan Pengawasan Obat dan Minuman, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat.
Selama ini, kata dia, pihaknya mengapresiasi belum ditemukannya laporan program MBG di Lebak ada siswa yang keracunan.
"Kami minta SPPG itu higienis dan bersih, mulai pengolahan bahan baku, proses produksi makanan hingga pendistribusian ke sekolah -sekolah," katanya.
Menurut dia, saat ini jumlah SPPG yang sudah beroperasi menjalani program MBG di Kabupaten Lebak 20 unit dengan melayani rata-rata 3.000 siswa per SPPG.
Pengawasan SPPG kini lebih diperketat agar penyaluran makanan ke siswa benar-benar terjamin higienis, bersih, menyehatkan dan sebelum didistribusikan dapat dilakukan uji percobaan untuk dikonsumsi guna mencegah keracunan.
Baca juga: Program MBG di Kota Serang diawasi lewat tiga tahapan
Berdasarkan data Dinas Pendidikan setempat jumlah penerima manfaat Program MBG tercatat sebanyak 225.055 siswa terdiri atas 33.245 siswa PAUD/TK, 142.578 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 50.232 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Kami berharap pelaksanaan program MBG berjalan lancar dan tidak menimbulkan kasus keracunan," kata Maman.
Nissa Aulia Rahmah, siswa SMAN 1 Cibadak, Kabupaten Lebak mengaku dirinya bersama teman-teman di kelas senang mendapatkan Program MBG, sehingga belajar lebih semangat.
Sebab, program MBG dapat meningkatkan kecerdasan, karena terpenuhi kualitas gizinya. Bahkan, program MBG bervariasi setiap harinya menu berbeda-beda mulai daging ayam, sayuran, tahu, nasi, tempe, dan buah-buahan.
"Kami sangat mendukung program MBG agar berlanjut, karena kecerdasan untuk berpikir menjadi lebih baik, karena terpenuhi asupan gizinya," katanya.
Baca juga: Antisipasi keracunan, standar higienitas SPPG Cilegon ditingkatkan
Sementara itu, Ketua SPPG Yayasan Hamim Center Founder (HCF) Cibadak Kabupaten Lebak Amin mengatakan pihaknya hingga kini sudah berjalan satu bulan dan berjalan lancar disalurkan pada 15 sekolah dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 3.721 siswa terdiri atas 4 PAUD, 6 SD, 4 SLTP, dan 1 SMA.
Program MBG dapat meningkatkan kualitas hidup anak - anak, cerdas dan sehat. Oleh karena itu, harus benar-benar higienis, termasuk peralatan berkualitas, juga menggunakan piring stainless yang tidak menyebabkan karat dan diproduksi dalam negeri.
"Kita melibatkan pengawasan semua pihak agar program MBG itu berjalan baik untuk pemenuhan gizi penerima manfaat," katanya.
Baca juga: 20 SPPG di Lebak terapkan SOP untuk cegah keracunan MBGEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025