Pemerintah daerah kecamatan Bayah, kabupaten Lebak, Banten kini sedang mengatasi sekitar 25 hektare areal persawahan terancam gagal panen akibat dilanda banjir bandang yang terjadi Minggu (9/10).
 
"Kami melakukan pendataan areal persawahan yang terancam gagal panen seluas 25 hektare," kata Sekertaris Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Edi Supriadi di Lebak, Selasa.

Baca juga: Warga Bayah, Lebak terisolasi akibat jembatan Cimadur longsor

"Kami sekarang fokus penanganan pelayanan dasar dengan menyalurkan bantuan logistik, pasokan air bersih dan pengobatan agar warga yang terdampak banjir tidak mengalami kerawanan pangan maupun serangan penyakit menular," katanya menjelaskan.

Banjir telah menerjang enam desa di Kecamatan Bayah, selain areal persawahan terancam gagal panen juga mengakibatkan masyarakat yang terdampak sebanyak 339 kepala keluarga (KK).

Pihaknya kini berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan usai bencana banjir bandang.
 
Banjir juga menyebabkan dua unit jembatan mengalami kerusakan, termasuk satu unit masjid.
 
Sawah yang terendam banjir menyebabkan kerusakan bagian batang tanaman.
 
Selain itu juga ada persawahan yang hingga kini masih tergenang air, sehingga dipastikan tanaman padi membusuk.
 
Beruntung, kata dia, banjir bandang dari Sungai Cimadur dan Sungai Cidikit tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
 
Rohman, seorang petani Kecamatan Bayah mengatakan seluas satu hektare persawahan miliknya dilanda banjir bandang sehingga tanaman padi berusia 50 hari setelah tanam dipastikan gagal panen.
 
"Kami berharap areal persawahan yang gagal panen dapat bantuan benih untuk tanam November mendatang," katanya menjelaskan.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan pihaknya menjamin persediaan pangan melimpah dan surplus, karena areal persawahan yang gagal panen relatif kecil.
 
 
 
 

Pewarta: Mansyur suryana

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2022