Senin, 25 September 2017

Pemunguan Suara Ulang Di Tangerang Dijaga Ketat

id Pilkada Banten
Pemunguan Suara Ulang Di Tangerang Dijaga Ketat
Warga melakukan pemilihan ulang Pilkada Banten di TPS 5 Babakan Asem, Teluk Naga, Tangerang, Banten, Minggu (19/2). Sebanyak 15 TPS di Teluk Naga, Tangerang, Banten, melakukan pemungutan suara ulang karena terindikasi terjadi pelanggaran prosedur saat Pilkada Serentak 2017 Rabu (15/2) lalu. ( ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./ama/17)
Setiap TPS yang diulang dijaga 10 Personel
Tangerang (Antara News) - Proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, dijaga ketat aparat gabungan dari kepolisian dan TNI.

Kapolres Metro Tangerang Kota Harry Kurniawan di Tangerang Minggu, mengatakan pola keamanan di setiap TPS disiagakan sebanyak 10 personel.

Selain itu, dirinya juga ikut memantau langsung proses pemungutan suara dan berharap berjalan lancar sesuai dengan harapan.

"Kita siagakan personel gabungan yang dibantu oleh TNI juga. Intinya, agar semuanya berjalan dengan lancar," ujarnya.

Dalam pengamanan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Polres Metro Tangerang Kota menyiapkan 1.227 personel keamanan gabungan dari Kepolisian dan TNI.

Adapun rinciannya yakni 927 personel kepolisian akan melakukan pengamanan di semua Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kemudian, sebanyak 100 Brimob dan 200 Kostrad akan disiagakan untuk membantu, termasuk di titik rawan.

Perlu diketahui, pada hari ini Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tangerang menggelar pencoblosan ulang 15 tempat pemungutan suara di Desa Babakan Asem, Kecamatan Teluknaga.

"Ini dilakukan setelah dilakukan rapat pleno dan diputuskan pencoblosan ulang Minggu (19/2)," kata Ketua KPU Kabupaten Tangerang Ahmad Jamaludin.

Ahmad mengatakan pencoblosan ulang setelah ada keputusan rapat pleno yang dihadiri KPU Banten dan Bawaslu setempat serta unsur penyelenggara lainnya termasuk saksi.

Bahkan dalam rapat tersebut juga dihadiri Sekretaris PPS Desa Babakan Asem, Bawaihi untuk meminta keterangan.

Berdasarkan keterangan Bawaihi bahwa ketika pencoblosan kondisi hujan deras dan TPS terendam serta dokumen lainnya rusak.

Namun Bawaihi mengakui dirinya membuka kotak suara untuk mengamankan dokumen C-1 Plano supaya tidak basah.

Sedangkan dirinya tidak membuka gulungan formulir C-1 Plano. Hal itu dibenarkan oleh saksi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

KPU Banten telah menetapkan dua pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022 yakni nomor urut satu Wahidin Halim berpasangan dengan Andika Hazrumy.

Untuk nomor urut dua adalah calon Gubernur Rano Karno (petahana) yang berpasangan dengan Embay Mulya Syarief.

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga