Pandeglang (ANTARABanten) - Jumlah warga miskin di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, tercatat sebanyak 138 ribu jiwa, atau 12,01 persen dari total jumlah penduduk di daerah itu sebanyak 1,149 juta jiwa.


"Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistika (BPS) jumlah warga miskin 138 ribu jiwa, atau 12,01 dari total penduduk Pandeglang," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang Aah Wahid Maulany di Pandeglang, Kamis.

Pemkab Pandeglang, kata dia, akan terus berupaya mengurangi jumlah warga miskin tersebut, melalui program pemberdayaan masyarakat yang telah, sedang dan akan dilaksanakan.

Program pemberdayaan yang dilakukan, kata dia, di antaranya pembangunan desa dan pembentukan desa mandiri pangan.

"Kita terus berupaya membangun desa, terutama yang tertinggal, serta mengalokasikan dana bantuan desa sebesar Rp50 juta pertahun, dan ke depan akan terus ditingkatkan," katanya.

Aah juga berharap ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten, untuk dana bantuan desa itu, sehingga pada 2012 bisa mencapai Rp100 juta dan 2013 menjadi Rp150 juta.

"Dalam mengentaskan kemiskinan, kita dibantu oleh pemerintah pusat melalui berbagai program yang disalurkan oleh Kementerian Sosial," katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Pandeglang Anwar Fauzan menjelaskan, berbagai program digulirkan Kementerian Sosial untuk membantu mengentaskan kemiskinan, di antarannya program keluarga harapan (PKH).

Kabupaten Pandeglang pada 2010 mendapat alokasi bantuan PKH sebesar Rp22 miliar untuk 17.300 kepala keluarga (KK) warga miskin di daerah itu, yang penyalurannya dilaksanakan dalam tiga hapap, melalui PT Pos Indonesia.

"Warga penerima datang ke Kantor Pos langsung untuk mengambil bantuan tersebut, jadi penyalurannya sama dengan bantuan langsung tunai (BLT)," katanya.

Mengenai nilai bantuan, menurut dia, bervariasi disesuaikan dengan kondisi keluarga dari penerima, namun berkisar Rp600 ribu-Rp1,2 juta.

"Bagi keluarga penerima yang memiliki anak usia sekolah lebih banyak, atau mempunyai balita lebih banyak maka nilai bantuan yang diterimanya juga lebih tinggi," katanya.

Ia juga menjelaskan, warga kurang mampu penerima bantuan PKH tersebut tersebar di 10 kecamatan yakni Majasari, Mandalawangi, Picung, Munjul, Labuan, Pulosari, Cibaliung, Sumur, Angsana dan Cibitung.

Bantuan PKH, kata dia, diberikan pemerintah guna menanggulangi kemiskinan dengan meotong mata rantai yang menjadi penyebab kemiskinan tersebut.