Lebak (ANTARA) - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Cabang Lebak-Pandeglang memasok bahan pokok ke 30 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) guna menstabilkan harga di pasaran dengan memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami kerja sama dengan 30 KDKMP itu sudah berjalan empat bulan," kata Kepala Cabang Perum Bulog Lebak-Pandeglang Muhammad Syaukani dalam keterangannya di Warunggunung Lebak, Banten, Rabu.

Perum Bulog menjalin kerja sama dengan KDKMP tersebut untuk memenuhi ketersediaan bahan pangan dan menstabilkan harga di pasaran.

Baca juga: Gula aren dipasarkan di Koperasi Merah Putih Lebak

Sebab, harga bahan pokok yang dipasok ke KDKMP itu, seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp11 ribu/kilogram (kg), dan minyak goreng Rp14.500/liter.

Sedangkan untuk harga tepung dan gula pasir dijual secara komersial, namun harganya di bawah pasaran.

"Kami menyuplai bahan pokok ke 30 KDKMP itu terdiri dari 15 KDKMP di Lebak dan 15 KDKMP Pandeglang dan ke depannya semua KDMP bisa menjalin kerja sama dengan Bulog," katanya.

Baca juga: DPRD Kota Tangerang dorong Koperasi Merah Putih gerakkan ekonomi rakyat

Menurut dia, saat ini kerja sama dengan KDKMP berjalan lancar bahkan transaksi penjualan dilakukan secara kontan.

Selain itu juga kualitas beras SPHP jenis medium dari hasil petani lokal memiliki mutu dan kualitas.

Bahkan, beras produksi Lebak dan Pandeglang menjadi rebutan pedagang besar dari sejumlah daerah di Jakarta dan Jawa Barat.

Sebab, pengolahan pertanian pangan di daerah itu relatif baik, terutama pasca panen, sehingga kualitas beras jenis medium, beraroma premium.

"Kami menjamin kualitas beras dari dua kabupaten di Banten itu terbaik, bahkan untuk penyaluran program bantuan pangan tidak ada komplain dari masyarakat," katanya.

Baca juga: Gubernur Banten ajak Dekopin kembangkan ekonomi lewat koperasi

 



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026