Serang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Provinsi Banten, tengah melakukan pemetaan ulang dan menyusun strategi distribusi agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjangkau masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), termasuk kawasan kepulauan.

Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas di Serang, Selasa, menyampaikan penyebaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG saat ini masih terpusat di wilayah perkotaan di tingkat kecamatan.

Keberadaan dapur yang terpusat ini, menurutnya, memunculkan tantangan tersendiri untuk melayani daerah pelosok, seperti Cikedung maupun kawasan kepulauan seperti Pulau Panjang dan Pulau Tunda.

"Penyebarannya memang sedang kami upayakan agar lebih merata. Saat ini kami mencatat masih ada sekitar 140.000 calon penerima manfaat dari kalangan sekolah, pesantren, hingga kelompok rentan yang belum terjangkau program ini secara maksimal," kata Wabup Najib.

Baca juga: Wagub Dimyati minta APJI beri pelatihan boga pengelola dapur MBG

Najib menjelaskan pengadaan dapur MBG dikelola dengan skema kolaborasi bersama mitra, yayasan, dan investor. Dalam pelaksanaannya, para pengelola perlu memastikan standar kualitas makanan tetap terjaga, sehingga lokasi dapur menjadi pertimbangan krusial.

"Ini berjalan melalui skema investasi. Pengelola tentu mempertimbangkan jarak tempuh dan kemudahan akses bahan baku agar efisien. Makanan MBG diwajibkan sampai ke penerima dalam kondisi sangat segar, dengan batas waktu tempuh pengiriman dari dapur maksimal 30 menit," jelasnya.

Bagi daerah kepulauan atau pelosok, pengiriman logistik dinilai membutuhkan armada khusus yang memakan biaya transportasi lebih tinggi dan waktu tempuh yang lebih lama. Sebagai contoh layanan untuk daerah Cikedung sementara ini masih dibantu dari Desa Mancak, meski jaraknya dinilai masih menjadi tantangan pemenuhan standar waktu pengiriman.

Baca juga: Jangkauan program MBG di Kabupaten Serang capai 90 persen

Sebagai bentuk komitmen, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah strategis agar seluruh masyarakat yang berhak, termasuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (Kelompok 3B), tetap mendapatkan haknya, antara lain dengan  memaksimalkan kapasitas dan area jangkauan dapur SPPG yang saat ini sudah beroperasi di pusat kecamatan agar bisa menyentuh desa-desa penyangga di sekitarnya.

Selain itu menginstruksikan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Kepala SPPG untuk terus melakukan pengecekan dan pendataan ulang sasaran penerima manfaat. Jika jangkauan dapur eksisting sudah dimaksimalkan, namun wilayah 3T tetap belum terlayani secara ideal, Pemkab Serang siap mengusulkan pembukaan titik dapur baru secara khusus ke Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia optimistis pemerataan program strategis nasional ini dapat segera dirampungkan.

"Kami akan dorong dan awasi terus para pengelola serta investor. Targetnya pada 8 Oktober nanti yang bertepatan dengan hari ulang tahun Kabupaten Serang, semua urusan pemerataan MBG ini sudah tuntas dan diharapkan seluruh masyarakat bisa terlayani dengan baik," kata Wabup Serang Muhammad Najib Hamas.

Baca juga: KPK dukung penuh program MBG dengan penguatan pencegahan korupsi



Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026