Tangerang (ANTARA) - Co-founder & President Director Mandaya Hospital Group, Dr Ben Widaja MBChB (UK) menilai metode Selective Internal Radiation Therapy Yttrium-90 (SIRT Y-90) yang menggunakan zat radioaktif sebagai langkah efektif dalam terapi pengobatan kanker hati.

Menurutnya, melalui metode ini memungkinkan radiasi diarahkan lebih presisi ke tumor sehingga sel kanker dapat dihancurkan secara maksimal dengan risiko kerusakan lebih minimal pada jaringan hati sehat di sekitarnya.

"Kenapa saya ingin ada SIRT Y-90? karena saya tahu ini hebat banget hasilnya. Semuanya kami harapkan dan maksimalkan untuk para pejuang kanker hati," ucap Ben dalam keterangan resmi diterima di Tangerang, Rabu.

Baca juga: RS Mandaya kolaborasi dengan Singapura untuk penanganan kanker darah

Ia mengatakan, untuk secara teknis pasien akan menjalani pemeriksaan pencitraan untuk memetakan pembuluh darah dan menentukan jalur terbaik menuju tumor.

Selanjutnya, dokter memasukkan kateter melalui pembuluh darah di area paha dekat selangkangan untuk menyalurkan partikel Y-90 langsung ke tumor hati, yang kemudian melepaskan radiasi dosis tinggi dalam jarak dekat.

"Kami telah menyiapkan 11 layanan diagnostik, 10 layanan terapeutik, serta didukung oleh 26 tim dokter multidisiplin untuk menangani kanker hati secara komprehensif. Dari ujung ke ujung, seluruh penanganan kanker hati dapat dilakukan," katanya.

Baca juga: Baru, Eka Hospital hadirkan pusat terapi kanker berbasis teknologi proton

Ia bilang, untuk menjawab kebutuhan dan melengkapi pusat layanan kanker hati ini, RS Mandaya Royal Puri resmi meluncurkan SIRT Y-90). Layanan ini diharapkan bisa melayani para pasien penderita kanker melalui metode terapi minimal invasif tanpa operasi besar yang masih tergolong baru dan langka di Indonesia.

"Semuanya kami harapkan dan maksimalkan untuk para pejuang kanker hati. Semoga Mandaya bisa membantu sebanyak-banyaknya pasien kanker hati untuk penyembuhan mereka," papar dia.

Sementara itu, Public Relation Manager Mandaya Hospital Group Erwin Suyanto, menambahkan bahwa secara global, terapi SIRT Y-90 telah digunakan secara luas dalam penanganan kanker hati.

"Hingga saat ini, terapi tersebut telah diterapkan pada lebih dari 100.000 kasus di lebih dari 1.000 pusat layanan kesehatan yang tersebar di lebih dari 40 negara," katanya.

Baca juga: Cegah kanker usus besar, ini makanan yang sebaiknya dihindari

Ia menyebutkan, hadirnya metode ini selain membantu menghancurkan tumor secara langsung, SIRT Y-90 juga dapat membantu meregenerasi lobus hati yang sehat agar dapat bekerja lebih optimal.

Dimana, saat area hati yang terkena kanker terpapar radiasi dari partikel Y-90, bagian hati yang sehat akan tumbuh dan membesar secara alami untuk membantu mengambil alih fungsi hati yang terganggu. Terapi ini juga memiliki efek imunomodulasi hingga 70 persen yang membantu meningkatkan respons sistem imun tubuh dalam melawan sel kanker.

"Dibandingkan terapi sistemik, SIRT Y-90 umumnya menimbulkan efek samping yang lebih ringan karena radiasi diarahkan langsung menuju tumor melalui pembuluh darah," sebutnya.

Selain itu, terapi ini biasanya tidak memerlukan banyak sesi karena pada sebagian besar kasus cukup dilakukan sebanyak 1-2 kali. Karena prosedurnya minim sayatan, pasien juga dapat pulih dan pulang relatif lebih cepat.

Layanan SIRT Y-90 di RS Mandaya Royal Puri ditangani oleh tim multidisiplin, termasuk tim dokter spesialis kedokteran nuklir dan dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI sebagai dokter spesialis radiologi intervensi yang berperan dalam pelaksanaan prosedur terapi.

Dengan hadirnya layanan SIRT Y-90 dan berbagai teknologi penanganan kanker hati lainnya, RS Mandaya Royal Puri berharap dapat membuka akses terhadap terapi kanker hati yang lebih modern, minim invasif, dan presisi bagi masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara.

"Semoga kehadiran SIRT Y-90 menjadi berita baik bagi para pejuang kanker hati di Indonesia. Mandaya menjadi satu dari dua rumah sakit di Indonesia yang memiliki layanan Y-90 ini," kata dia.

Baca juga: Deteksi dini kanker serviks di puskesmas Kota Tangerang gratis

 



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026