Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten memetakan 23 kecamatan masuk daerah yang berpotensi rawan kekeringan dan dipastikan masyarakat di daerah itu kesulitan air bersih.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, Selasa, mengatakan menghadapi ancaman godzilla El Nino atau kemarau ekstrem selama enam bulan ke depan berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

BPBD memetakan 23 kecamatan yang masuk daerah potensi rawan kekeringan, di antaranya Kecamatan Leuwidamar, Cileles, Warunggunung, Cirinten, Wanasalam, Cilograng, Cihara, Bayah, Gunungkencana, Kalanganyar, Cibeber, Maja, Sajira, Banjarsari, Panggarangan, Cijaku, Cipanas, Curugbitung, Bojongmanik, dan Malingping.

Potensi kekeringan tersebut mengancam kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. "Kami siap mendistribusikan air bersih jika warga kesulitan air akibat dampak kemarau dan puncaknya Agustus-September 2026," ujarnya.

Baca juga: Daerah diingatkan antisipasi dampak Godzilla El Nino

BPBD Kabupaten Lebak kini melakukan pemantauan di sejumlah kecamatan, namun pihaknya sejauh ini belum menerima laporan warga kesulitan air bersih maupun petani yang mengalami kekeringan.

"Kami menyiagakan tiga unit mobil tangki jika warga mengalami krisis air bersih," katanya.

Menurut dia, masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih karena berbagai faktor, di antaranya belum tersentuh jaringan pelayanan PDAM, juga ketersediaan air bawah tanah yang menyebabkan sumur timba dan jetpump tidak mengeluarkan air.

Karena itu, pihaknya berharap warga yang belum tersentuh pelayanan PDAM agar bisa terlayani, sehingga jika musim kemarau tidak terjadi krisis air bersih.

"Kami siaga selama 24 jam dengan dilengkapi peralatan evakuasi, mobil tangki dan logistik menghadapi godzilla El Nino untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat," katanya.

Baca juga: Relawan bantu selamatkan dua warga Badui dari gigitan ular berbisa

Sementara itu, sejumlah warga Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak menyatakan di wilayah itu jika musim kemarau panjang dipastikan kekeringan hingga kesulitan air bersih.

Bahkan, saat ini sumur bawah tanah mulai terjadi penyusutan air sejak beberapa peka, karena di daerah ini tidak diguyur hujan.

"Jika terjadi kekeringan akibat iklim El Nino dipastikan akan meminta bantuan pasokan air bersih kepada BPBD setempat," kata Nana, warga Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Baca juga: Pemkab Lebak gencar sosialisasi PP Tunas guna masa depan anak



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026