Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menghadapi ancaman Godzilla El Nino.
"Kita tetap siaga untuk mengantisipasi kekeringan ekstrem sesuai laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada fenomena Godzilla El Nino itu," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, Jumat.
BPBD Kabupaten Lebak melibatkan OPD terkait untuk mengantisipasi kekeringan ekstrem berkepanjangan atau Godzilla El Nino, di antaranya PUPR, Dinas Sosial (Dinsos ) Dinas Pertanian (Distan), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang), Dinas Kebakaran (Damkar), dan aparat keamanan.
Pelibatan OPD tersebut agar penanganan kekeringan tersebut dapat mengurangi resiko kebencanaan dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Selain itu, juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang sehat, aman, nyaman dan kondusif.
Baca juga: Daerah diingatkan antisipasi dampak Godzilla El Nino
Fenomena Godzilla El Nino yang berpotensi memicu kemarau lebih panjang dan panas dari biasanya dan dampaknya dapat menimbulkan bencana alam.
"Kita akan bergerak cepat melayani masyarakat jika menerima informasi bencana kebakaran permukiman, kebakaran kehutanan, krisis air bersih, kerawanan pangan, kekeringan tanaman pangan dan serangan penyakit," kata Sukanta.
Menurut dia, BPBD Lebak saat ini melakukan mitigasi menghadapi ancaman kemarau kekeringan ekstrem di 28 kecamatan.
Mitigasi itu, kata dia, untuk pemetaan titik-titik mana saja yang masuk daerah rawan krisis air bersih, kebakaran, kekeringan tanaman pangan, serangan penyakit menular, kerawanan pangan, dan kerusakan infrastruktur jalan.
Baca juga: BMKG imbau masyarakat waspadai potensi hujan lebat di Banten
Berdasarkan hasil pemetaan itu, penanganan fenomena Godzilla El Nino berkolaborasi dengan melibatkan OPD terkait.
Misalnya, kata dia, krisis air bersih, ditangani BPBD, PUPR untuk pendistribusian pasokan air bersih juga penanganan serangan penyakit menular, kerawanan pangan, kekeringan tanaman. Dinkes untuk pengobatan, Disketapang, Dinsos penyaluran pangan dan Distan melakukan pompanisasi.
Begitu juga penanganan kebakaran melibatkan Damkar untuk melakukan pemadaman dan gangguan keamanan dengan kepolisian setempat.
BPBD Lebak siaga dan waspada menghadapi ancaman kemarau panjang dengan melibatkan OPD terkait agar penanganannya optimal, sehingga tidak berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat.
BPBD Lebak menyiapkan sarana prasarana evakuasi, di antaranya kendaraan roda dua, roda empat, logistik, mobil tanki air bersih, dan lainnya.
"Kami sudah menyiapkan puluhan personel selama 24 jam dengan bergantian sekitar 15 personel per hari untuk memberikan pelayanan masyarakat menghadapi kemarau panjang," katanya.
Baca juga: Sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Banten picu hujan lebat
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026