Tangerang (ANTARA) - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Banten, Wawan Fauzi mengatakan tren kenaikan harga plastik saat ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk menggunakan tas belanja yang ramah lingkungan.
"Tidak hanya lebih hemat atau efisien karena harganya terus merangkak naik, penggunaan kantong plastik sekali pakai dapat menjadi limbah yang merusak lingkungan,” kata Kepala DLH Wawan Fauzi di Tangerang, Selasa.
Wawan juga mengatakan ajakan ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengenai pembatasan penggunaan tas belanja plastik di pusat perbelanjaan, toko swalayan, restoran, dan pasar, yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 111 Tahun 2022.
Baca juga: Disdukcapil Kota Tangerang ajak masyarakat urus dokumen tanpa perantara
Ia menuturkan penggunaan tas belanja ramah lingkungan dapat menjadi solusi konkret untuk menekan biaya rumah tangga, sekaligus berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan.
Banyak manfaat yang diperoleh dengan menggunakan tas belanja ramah lingkungan yakni lebih efisien, karena dapat digunakan ratusan kali dibandingkan dengan kantong plastik yang sekali pakai.
Lalu tas belanja ramah lingkungan, kata dia, dibuat dari bahan material kanvas dan lainnya yang mempunyai daya tahan menahan beban hingga berkilo-kilo tanpa harus khawatir mengalami kerusakan.
"Tas belanja ramah lingkungan juga bisa digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari belanja kebutuhan pokok di pasar sampai membawa Alat Tulis Kantor (ATK) saat bekerja," kata Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi.
Baca juga: Tiga sektor jadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026