Tangerang (ANTARA) - Wakil Wali Kota Tangerang, Provinsi Banten, Maryono Hasan menekankan kesiapan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Pemadam Kebakaran (Damkar) selama libur Lebaran guna menghadapi berbagai situasi darurat.

"Petugas BPBD dan Damkar merupakan garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat apalagi saat masa libur Lebaran," kata Maryono dalam keterangannya di Tangerang, Minggu.

Untuk itu, dia memberikan semangat kepada para petugas yang tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, meskipun tengah menjalankan ibadah puasa.

“Ibadah puasa Ramadhan tidak mengurangi semangat para petugas dalam menjalankan tugasnya. Justru di bulan yang penuh berkah ini, kita melihat semangat pengabdian yang luar biasa dari para petugas dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: DPRD Tangerang: cegah campak, Dinkes harus masifkan vaksinasi

Maryono yang pernah menjabat sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang merasakan tanggung jawab besar yang diemban para petugas di lapangan, yang dituntut untuk selalu siap siaga menghadapi berbagai situasi darurat.

“Kebersamaan adalah kunci semangat untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Tangerang yang senantiasa aman, nyaman, dan sejahtera,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, peran Damkar di Kota Tangerang kini tidak lagi hanya identik dengan pemadaman api.

Dalam beberapa tahun terakhir, petugas Damkar justru lebih banyak menangani berbagai kejadian nonbencana yang terjadi di tengah masyarakat. Kondisi ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyelamatan dan kedaruratan yang cepat dan responsif.

Baca juga: Dishub Tangerang tindak tegas parkir liar sebabkan kemacetan

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat 3.299 layanan tanggap darurat yang ditangani oleh petugas BPBD dan Damkar di seluruh wilayah Kota Tangerang.

“Setiap layanan yang kami berikan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam situasi darurat. Tidak hanya kebakaran, tetapi juga berbagai kejadian lain yang membutuhkan respons cepat dari petugas,” katanya.

Pada 2025, penanganan evakuasi hewan liar menjadi layanan terbanyak dengan 781 kasus. Disusul edukasi dan kunjungan pendidikan kebencanaan sebanyak 579 kegiatan, serta pemusnahan sarang tawon sebanyak 397 kasus.

Selain itu, petugas juga melakukan pemadaman kebakaran sebanyak 276 kejadian, pertolongan pertama 222 kasus, pelepasan cincin 194 kasus, serta evakuasi pohon tumbang 175 kasus.

“Banyak masyarakat yang kini langsung menghubungi Damkar ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan mereka. Mulai dari hewan liar masuk rumah, pohon tumbang, hingga pertolongan penyelamatan. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Damkar semakin tinggi,” katanya.

Baca juga: DPUPR Kota Tangerang selesaikan pengaspalan sejumlah titik jalur mudik



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026