Lebak (ANTARA) - Kerugian materi atas kasus kebakaran di Kabupaten Lebak, Banten selama periode Januari sampai 6 November 2025, mencapai Rp4,7 miliar dengan 63 kasus dan tidak ditemukan korban jiwa maupun luka-luka.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak Iwan Darmawan di Lebak, Jumat, mengatakan sebagian besar kebakaran itu akibat arus pendek listrik atau korsleting, termasuk pondok pesantren yang terbakar, Rabu (5/11) di Rangkasbitung.

Masyarakat diminta waspada terhadap kebakaran tersebut, karena akibat korsleting listrik, sehingga lebih memperhatikan pengawasan kabel listrik agar tidak mudah meleleh hingga menimbulkan percikan api.

Namun demikian, kasus kebakaran secara umum di Kabupaten Lebak kerapkali terjadi memasuki musim kemarau.

Baca juga: BPBD Kota Tangerang tambah armada penanganan non-kebakaran

Kerugian kebakaran mencapai Rp4,7 miliar dan yang terbesar pada Oktober 2025, yakni mencapai Rp2,1 miliar. Dimana pada bulan itu terjadi kemarau, sehingga rawan terjadi kebakaran.

Kasus kebakaran di Lebak terdiri atas rumah, pondok pesantren, tempat ibadah, dan kios pedagang.

"Kami minta warga agar tetap waspada bencana kebakaran dan jika berpergian keluar rumah, sebaiknya diperiksa kompor, sambungan listrik dan tungku untuk memasak," kata Iwan.

Ia mengatakan pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat tidak melakukan pembakaran bahan yang mudah terbakar.

Selain itu, masyarakat dapat mencegah terjadi kebakaran di pemukiman padat penduduk.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga pastikan insiden di Cianjur tertangani tuntas

Begitu juga petani yang membuka ladang tidak melakukan pembakaran rerumputan kering serta tidak membuang puntung rokok ke semak-semak belukar, karena bisa menimbulkan kebakaran kawasan hutan.

Sementara itu, Pengelola Pondok Pesantren Salafi Hidayatul Mubarokah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Ustadz Aji Hazuaji mengatakan kebakaran yang menimpa ponpes miliknya itu akibat korsleting listrik.

"Semua kondisi bangunan ponpes yang dibangun dari bilik bambu rata dengan tanah akibat "si jago merah" dan kerugian hingga puluhan juta rupiah," katanya.

Baca juga: Kebakaran terjadi di kawasan Gunung Rinjani



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026