Tangerang (ANTARA) - EDENA Group mengumumkan kerja sama strategis dengan CEDARE (Centre for Environment and Development for the Arab Region and Europe) berupa pengembangan pasar karbon di 22 negara Arab.
CEO EDENA Group Wook Lee mengatakan kerja sama ini mentransformasi posisi global perusahaan. Sebab CEDARE adalah organisasi antar-pemerintah yang mewakili 22 negara Arab dan Uni Eropa, sekaligus merupakan mitra resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 1992.
Kerja sama dengan afiliasi PBB ini, lanjutnya, membuka jalur bagi EDENA untuk mengembangkan pasar karbon di 22 negara Arab, menciptakan sinergi langsung untuk operasi PT Edena Capital Nusantara di Indonesia.
"Kemitraan ini diperkirakan akan menangkap peluang pasar gabungan yang nilainya melebihi US$100 miliar di wilayah ASEAN dan MENA, katanya.
Baca juga: Alfamidi sebut lima PLTS mampu reduksi 249,76 ton emisi karbon
Wook Lee menambahkan, dikombinasikan dengan kemitraan pemerintah Indonesia, EDENA kini menjembatani dua koridor pasar berkembang paling strategis ASEAN dan MENA mencakup 2,6 miliar orang di lebih dari 70 negara.
Bagi Indonesia, kerja sama ini menciptakan manfaat ganda yakni akses pasar karbon sebab akan mendapat akses langsung ke pembeli di Timur Tengah melalui platform EDENA.
"Lalu investasi lintas batas karena produk investasi Mesir seperti real estat yang ditokenisasi, terbuka bagi investor Indonesia melalui perdagangan 24/7 lintas zona waktu Jakarta-Kairo," ujarnya.
Yayang Ruzaldy selaku Direktur PT Edena Capital Nusantara menjelaskan Indonesia meluncur Q4 2025, Mesir menyusul Q1 2026, memungkinkan perdagangan kredit karbon lintas batas dan produk investasi tertoken."
"Ini merepresentasikan kerja sama Selatan-Selatan terbaik-pasar berkembang terhubung langsung tanpa perantara Barat," tambah Yayang.
Baca juga: PLTS Terapung Cirata mampu kurangi 214 ribu ton emisi karbon per tahun
