Lebak (ANTARA) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak, Banten memberikan motivasi anak untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar lebih semangat dan konsentrasi, sehingga tidak ditemukan siswa yang malas.
"Kita sejak satu bulan berjalan program MBG, mereka siswa di sini cukup tinggi untuk belajar di sekolah," kata Humas SMAN 1 Cibadak Kabupaten Lebak Acep Mukti dalam keterangan di Lebak, Kamis.
Program MBG bermanfaat bagi siswa, karena dapat mendorong motivasi anak lebih semangat belajar juga kehadiran siswa semua hadir dan tidak ada siswa yang malas.
Baca juga: Gubernur Banten: pemenuhan gizi investasi generasi masa depan
Para siswa mendapatkan makanan bergizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pukul 10.00 WIB dan dibagikan sebanyak 655 siswa penerima manfaat dari kelas 10 sampai 12.
Selama ini, anak bersemangat dibandingkan sebelum Program MBG digulirkan, bahkan anak-anak penuh kedisiplinan belajar.
"Kita menganalisa kemampuan berpikir anak dalam mata pelajaran sejarah saja cukup cerdas, dan terkonsentrasi belajar setelah adanya program MBG itu," kata Acep.
Menurut dia, Program MBG selain dapat memenuhi kualitas pemenuhan gizi juga dapat mengurangi biaya jajan anak-anak di sekolah.
Baca juga: Cegah stunting, Dinkes Serang sasar 41.866 balita lewat program MBG
Selain itu juga anak-anak yang terkadang keluarganya tidak mampu membeli daging maka di sekolah mendapatkan Program MBG, sehingga mereka lebih semangat belajar.
"Kami berharap pemerintah terus melanjutkan Program MBG, namun tetap pengawasan makanan dan pemenuhan gizi di SPPG dioptimalkan agar dikonsumsi higienis,bersih dan menyehatkan," katanya.
Ketua OSIS SMAN 1 Cibadak Nissa Aulia Rahmah mengatakan seluruh siswa sangat mendukung Program MBG, karena dapat meningkatkan kecerdasan anak untuk berpikir juga terpenuhi kualitas gizi, sehingga mampu menyehatkan tubuh.
Mereka para siswa belajar lebih semangat, karena menerima makanan yang bervariasi setiap harinya menu berbeda-beda.
"Kami hari ini menerima makanan menu daging ayam, sayuran, tahu, nasi, dan buah-buahan," katanya.
Baca juga: Kejar target MBG, Pemkot Serang bentuk satuan tugas khusus
Kepala SDN 01 Kadu Agung Timur Kabupaten Lebak Lilis Sulastri mengatakan selama ini MBG berjalan lancar dan tidak menimbulkan permasalahan makanan yang didistribusikan SPPG.
Mereka anak-anak merasa senang dan bahagia dengan mendapatkan makanan yang bergizi dan berprotein melalui MBG.
"Kami menerima manfaat MBG itu sebanyak 353 anak dari kelas I sampai VI dan termotivasi anak untuk semangat belajar," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Maman Suryaman mengatakan MBG memberikan manfaat luar biasa, karena dapat meningkatkan kecerdasan siswa juga motivasi untuk belajar di sekolah cukup tinggi.
"Kami minta pengawasan program MBG lebih ketat dan melibatkan ahli gizi dari Badan Gizi Nasional serta ahli nutrisi di seluruh dapur SPPG, sebelum didistribusikan ke siswa agar terjamin higienis sehingga tidak menimbulkan keracunan," katanya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan setempat jumlah penerima manfaat Program MBG tercatat sebanyak 225.055 orang terdiri atas 33.245 siswa PAUD/TK, 142.578 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 50.232 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Baca juga: Kabupaten Serang kekurangan SPPG
