Serang (ANTARA) - Seorang nelayan korban kapal tenggelam di perairan Selat Sunda yang sempat hilang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir Pulau Sebesi, Lampung pada Selasa.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten Al Amrad di Serang, Selasa, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan warga di pesisir Dusun 3 Regahan Lada, Pulau Sebesi, sekitar pukul 08.10 WIB.
Penemuan korban terakhir bernama Suwito (50) ini, sekaligus mengakhiri operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang telah berlangsung selama lima hari.
"Lokasi penemuan berjarak sekitar 13 mil laut dari titik lokasi kejadian. Setelah dicek ciri-cirinya dan dikonfirmasi oleh pihak keluarga, korban dipastikan adalah Suwito," katanya.
Baca juga: Tim SAR cari nelayan dari kapal tenggelam di Selat Sunda
Ia menjelaskan proses evakuasi dilakukan oleh tim dari Unit Siaga SAR Bakauheni, Kantor SAR Lampung. Jasad korban kemudian dibawa menuju Dermaga Canti dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga di RSUD Dr H Bob Bazar Kalianda.
Dengan ditemukan Suwito, maka seluruh lima korban dari insiden kapal nelayan yang tenggelam tersebut telah ditemukan, dengan rincian empat orang selamat dan satu meninggal dunia.
Korban bersama empat awak Kapal Nanjung Sari terjatuh ke laut setelah kapal yang ditumpangi, Jumat (12/9), tiba-tiba ditabrak oleh kapal lain (tidak ada informasi terkait nama kapal). Akibat benturan tersebut, Kapal Nanjung Sari tenggelam.
Sebanyak empat korban selamat dan berhasil dievakuasi, Tarim, Hamdan, Masudi, dan Sujai, yang seluruhnya warga Desa Teluk Labuan, Kabupaten Pandeglang.
"Dengan ditemukannya seluruh korban, maka operasi SAR secara resmi kami nyatakan ditutup dan semua unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing," ujarnya.
Baca juga: Remaja tenggelam di Pantai Cinangka Serang ditemukan meninggal
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026