Lebak, Banten (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten siaga selama 24 jam untuk mengantisipasi dampak bencana alam akibat perubahan cuaca menyusul curah hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir.
"Kita berharap dengan siaga itu dapat memitigasi agar masyarakat tidak menjadi korban bencana alam," kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Senin.
Berdasarkan laporan BMKG, Senin, peluang hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir berpeluang di wilayah Kabupaten Pandeglang bagian utara dan Kabupaten Lebak bagian barat
Petugas BPBD Kabupaten Lebak siaga penuh untuk menghadapi cuaca buruk tersebut, karena berpotensi menimbulkan banjir, longsor, angin kencang dan gelombang tinggi.
"Kami bersama puluhan petugas kebencanaan dan relawan melakukan piket untuk mengantisipasi adanya bencana cuaca buruk itu," katanya.
Baca juga: BPBD Lebak salurkan bantuan logistik pada korban tanah bergerak
Menurut dia, petugas BPBD Lebak menyiagakan peralatan evakuasi di antaranya gergaji mesin atau senso, tali tambang, perahu, tenda, pelampung dan kendaraan operasional.
Selain itu juga pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti PUPR Banten, Dinas Sosial, PLN , Polri,TNI dan lainnya.
BPBD Lebak menginstruksikan seluruh relawan kecamatan agar melakukan pemantauan bila terjadi cuaca buruk.
"Kami tetap waspada menghadapi cuaca buruk yang berpeluang sore hingga malam," katanya.
Sementara itu, warga di bantaran Sungai Ciujung mengatakan bahwa mereka tetap waspada jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir karena khawatir menimbulkan banjir.
"Kami dan warga waspada banjir, karena beberapa hari terakhir curah hujan meningkat," kata Madropi (58) warga Babakan Nembo Seeng Kelurahan Cijoro Lebak Rangkasbitung.
Baca juga: DPUPR Kota Tangerang siagakan petugas di beberapa lokasi rawan banjir
