Serang (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Asep Nugrahajaya menegaskan bahwa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Palamakan 01 yang kondisinya rusak parah telah masuk dalam skala prioritas untuk diperbaiki.
"Banyak sekolah masuk prioritas untuk diperbaiki, dan SDN Palamakan 01 juga masuk dalam skala prioritas kami," kata Asep Nugrahajaya di Kabupaten Serang, Jumat.
Meskipun menjadi prioritas, Asep mengakui bahwa kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran. Menurut dia, alokasi dari APBD 2025 yang hanya sekitar Rp3 miliar tidak akan mencukupi.
"Sebetulnya kami bukan tidak mau memperbaiki, tetapi memang karena keterbatasan anggaran saja," ujarnya.
Baca juga: Kelas bocor, SDN Palamakan 01 Serang belajar gantian
Oleh karena itu, lanjut Asep, pihaknya terus berupaya membuka komunikasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengupayakan dana revitalisasi dari pemerintah pusat yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
Setelah melihat langsung kondisi sekolah yang hanya memiliki tiga ruang kelas untuk enam rombongan belajar, ia memastikan rencana perbaikan akan mencakup penambahan ruang kelas baru.
"Ini harus ada rehabilitasi dan pembangunan dengan penambahan ruang kelas baru. Wajib hukumnya," kata Asep.
Ia menambahkan, karena luas lahan yang terbatas, pembangunan direncanakan secara vertikal atau bertingkat agar tidak menghilangkan area untuk upacara dan aktivitas siswa.
"Saya minta ini harus dibangun bertingkat. Kami akan upayakan terus agar sekolah ini dapat secepatnya diperbaiki," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Tangerang segera perbaiki SD Kedaung Dalem yang ambruk
Sementara itu, Kepala SDN Palamakan 01 Robi'atus Sa'adiyah mengatakan bahwa dari kebutuhan enam rombongan belajar, sekolahnya hanya memiliki tiga ruang kelas yang dua kelas di antaranya dalam kondisi tidak layak pakai.
"Dua ruang kelas lainnya rusak parah. Kondisi ini sudah saya laporkan ke Dinas Pendidikan sejak saya menjabat pada Juli 2023, namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan," katanya.
Ia menjelaskan, keterbatasan ruang tersebut merupakan dampak langsung dari kerusakan bangunan yang sudah lama tidak diperbaiki. Atap yang melengkung dan bocor di banyak titik menjadi ancaman serius bagi keselamatan siswa, terutama saat hujan.
Baca juga: Sekolah rusak, Bupati Serang sarankan KBM pindah ke SDN lain
