Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Perusahaan properti yang dikembangkan oleh Summarecon Serpong, Tangerang, Banten, memperkuat konsep kota terpadu atau integrated township sebagai arah baru pembangunan urban di Indonesia.
Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur di Tangerang, Rabu mengatakan bahwa sejalan dengan tren kota terpadu, Summarecon Serpong menekankan prinsip quality over quantity dalam setiap pengembangan kawasan.
"Semua proyek dirancang untuk keberlanjutan jangka panjang, baik di sektor hunian maupun komersial," katanya.
Ia mengatakan, Summarecon Serpong, township besutan PT Summarecon Agung Tbk ini, dirancang dengan konsep integrated township development.
Dimana, di dalamnya dibangun pusat perbelanjaan, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, area komersial, perkantoran, sport club, hingga taman hijau yang luas. Ekosistem ini memungkinkan warga untuk tinggal, belajar, bekerja, dan berbisnis tanpa harus keluar jauh dari kawasan.
Adapun, fasilitas pendidikan, bisnis, dan gaya hidup dalam satu kawasan, township besutan PT Summarecon Agung Tbk ini tumbuh sebagai model kota berkelanjutan di barat Jakarta.
Baca juga: Summarecon hadirkan Harris Hotel & Convention Serpong
Sejak 2004 Summarecon Serpong, terus berkembang menjadi kota terpadu dengan fasilitas lengkap. Kawasan ini merupakan salah satu motor utama pertumbuhan Gading Serpong.
"Lokasi strategis kawasan ini menjadikannya bukan sekadar neighborhood, melainkan pusat bisnis regional. Dengan infrastruktur modern, ini akan menopang pertumbuhan usaha dan kualitas hidup masyarakat," jelasnya.
Tak hanya itu, fasilitas kawasan juga tergolong lengkap, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, pusat bisnis, mal, sport club, hingga taman hijau yang luas. Summarecon Serpong adalah kota untuk tinggal, belajar, bekerja, dan berbisnis dalam satu kawasan terpadu.
Setiap pengembangan hunian di kawasan ini, memperhatikan keberadaan ruang hijau, danau, serta taman besar, seperti Danau Harmony, Danau Grisea, Danau Melody, hingga terbaru Symphonia Urban Lake Park.
Adapun, produk terbaru seperti Bellefont, Louise, dan Ardea memperlihatkan konsistensi Summarecon dalam menghadirkan hunian premium. Segmentasi ini ditujukan bagi keluarga mapan maupun generasi produktif yang menginginkan kenyamanan, gaya hidup modern, sekaligus nilai ekologis.
"Dengan fasilitas terpadu, hunian premium, ruang hijau luas, dan dukungan infrastruktur modern, Summarecon Serpong kini dipandang sebagai role model integrated township di Indonesia. Konsep ini menjawab tantangan perkotaan: efisiensi ruang, keberlanjutan lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat," paparnya.
Baca juga: Summarecon luncurkan hunian klasik premium seperti di Prancis
Summarecon Serpong hadir bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan generasi saat ini, tetapi juga untuk mewariskan nilai kota yang layak bagi generasi mendatang.
Selain itu, dalam rangka usia emas 50 tahun pada 2025, Summarecon juga akan menggelar Summarecon Expo Spesial 50 Tahun, event properti terbesar tahun ini.
Pameran ini akan menghadirkan berbagai promo menarik dan digelar di empat Summarecon Mall, yakni Summarecon Mall Serpong (12-21 September), Summarecon Mall Bandung (3-12 Oktober), Summarecon Mall Kelapa Gading (17-26 Oktober), dan Summarecon Mall Bekasi (3-16 November).
Sejak berdiri, Summarecon telah mengembangkan sembilan township di Indonesia, mulai dari Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, Bogor, Crown Gading, hingga Tangerang, yang menjadi rumah sekaligus pusat pertumbuhan bisnis bagi jutaan orang.
Dengan berbagai pengembangan tersebut, Summarecon Serpong menegaskan dirinya sebagai kota bernilai yang tidak hanya relevan untuk generasi sekarang, tetapi juga dirancang untuk generasi masa depan.
Sementara itu, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat menambahkan, model konsep kota terpadu menghadirkan efisiensi ruang dan waktu sekaligus menjawab tantangan perkotaan modern.
Baca juga: Summarecon Tangerang hadirkan festival kuliner khas Thailand
Pengembangan kawasan dengan fasilitas lengkap, mulai dari pusat perbelanjaan, sekolah, kampus, hingga ruang terbuka hijau, mampu menghadirkan efisiensi ruang dan waktu bagi masyarakat perkotaan.
"Model kota terpadu memungkinkan warga tinggal, bekerja, hingga beraktivitas dalam satu kawasan. Efisiensi ini penting untuk menjawab dinamika urban modern yang semakin kompleks," ungkapnya.
Lebih jauh, Syarifah menjelaskan bahwa integrasi antara hunian, bisnis, pendidikan, dan ruang terbuka hijau merupakan implementasi prinsip mixed-use development yang menjadi tren global dalam tata kota modern.
Karena, menurutnya, pendekatan ini bukan hanya mempersingkat jarak tempuh, tetapi juga menekan emisi karbon dari transportasi.
"Dengan hunian yang dekat dengan pusat kerja dan pendidikan, mobilitas jarak jauh dapat ditekan. Ruang terbuka hijau juga menjadi penyeimbang ekologis sekaligus menjaga kualitas udara. Semua itu mengarah pada kota yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan," katanya.
Dia menjelaskan, adanya rencana perluasan rute MRT koridor III, yang akan menghubungkan Gading Serpong dengan Jakarta menurut Syarifah, akan memperkuat konektivitas antar wilayah. Ini juga sekaligus mendorong pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Di wilayah Barat Jakarta, ada kawasan Summarecon Serpong yang menjawab tantangan ini. Kawasan ini tidak hanya sekedar hunian namun juga menghadirkan konsep kota terpadu yang sesuai dengan kebutuhan generasi kini dan masa depan.
Dengan posisinya yang ada di jalur utama Boulevard Gading Serpong menjadikan kawasan ini pusat perlintasan strategis dengan akses langsung ke Tol Jakarta-Tangerang, Tol Serpong-Jakarta dan juga ditopang dengan rencana pembangunan MRT Koridor III.
"Lokasi strategis kawasan ini menjadikannya bukan sekadar neighborhood, melainkan pusat bisnis regional. Dengan infrastruktur modern, ini akan menopang pertumbuhan usaha dan kualitas hidup masyarakat," kata dia.
Baca juga: Summarecon raup pendapatan Rp300 miliar penjualan produk komersil 2025
