Tangerang (Antaranews Banten) - Banjir merendam sekolah dan lahan persawahan penduduk baru saja ditanam di kawasan pesisir Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten akibat intensitas curah hujan tinggi sejak dua hari terakhir ini.

"Air meluber ke sekolah akibat saluran pembuang penuh berisi tumpukan sampah," kata Sekretaris Kecamatan Teluknaga, Miftah Shurito di Tangerang, Kamis.

Miftah mengatakan akibat banjir, ratusan anak didik sekolah dasar (SD) Negeri Pangkalan IV terpaksa diliburkan.

Hal tersebut berdasarkan laporan dari kepala sekolah bahwa air bah merendam halaman sekolah dengan ketinggian mencapai 40 cm.

Sekolah diliburkan karena murid untuk masuk ke kelas melakukan kegiatan belajar mengajar mengalami kendala berarti.

Banjir merendam sekolah itu karena gorong-gorong bagian depan penuh sampah menyebabkan air tidak lancar mengalir ke hilir.

Aparat Kecamatan dan desa melakukan kerja bakti membersihkan sampah tersebut agar tidak lagi terjadi banjir saat hujan turun.

Selain merendam sekolah, banjir juga menghantam areal persawahan yang baru saja ditanam dengan ketinggian air mencapai 35 cm hingga 40 cm dan belum mengkhawatirkan.

Bahkan air bah juga menerjang pemukiman yang berada di Desa Salembaran Jati, Kecamatan Teluknaga dan areal sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Agus Suryana mengatakan banjir di kawasan pesisir masih belum mengkhawatirkan.

Walau begitu, pihaknya telah siaga perahu karet untuk evakuasi warga dan persediaan peralatan penunjang lainnya.

Sebelumnya, banjir juga menghantam puluhan rumah penduduk di Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua akibat meluapnya Kali Sabi.

Air bah memasuki rumah penduduk dengan ketinggian mencapai 70 cm sehingga menyebabkan sebagian warga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.
 


 

Pewarta: Adityawarman(TGR)
Editor : Sambas

COPYRIGHT © ANTARA 2026