Serang (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang, Banten, mengungkapkan jumlah angkutan kota (angkot) di wilayahnya mengalami penurunan drastis dari 1.300 unit yang terdata kini hanya tersisa sekitar 300 unit.
Kepala Dishub Kota Serang, M Ikbal, di Serang, Jumat mengatakan, dari 300 unit yang tersisa tersebut, jumlah yang aktif beroperasi setiap hari bahkan kurang dari 40 persen.
"Kondisi angkutan kota ini antara hidup dan mati. Jumlahnya terus berkurang," ujarnya.
Menurutnya, penurunan drastis ini disebabkan oleh tingginya persaingan dengan moda transportasi berbasis aplikasi online serta meningkatnya jumlah masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.
"Kompetisi nya tinggi, ada aplikasi (ojek online) dan masyarakat juga sudah punya kendaraan minimal motor," jelasnya.
Baca juga: Dishub Kota Serang wajibkan armada AKDP transit di terminal sesuai trayek
Menyikapi kondisi tersebut, Dishub berupaya menjaga keberlangsungan angkot dengan mendorong para operator untuk membentuk badan hukum, seperti koperasi. Langkah ini diharapkan mempermudah pemerintah dalam melakukan pengawasan dan penyaluran bantuan.
Selain itu, pemerintah juga telah membuka trayek baru hingga kini berjumlah 12 trayek untuk menjangkau sentra-sentra bisnis yang mulai berkembang di seluruh kecamatan.
"Dulu fokus nya hanya di Kecamatan Serang dan Cipocok, sekarang di semua kecamatan sudah ada pusat keramaian. Namun, para operator (pemilik kendaraan) belum tertarik untuk melintasi rute-rute baru tersebut," katanya.
Dishub berharap ke depan angkot dapat terus beroperasi dan terintegrasi menjadi angkutan pengumpan (feeder) bagi sistem transportasi massal provinsi yang lebih besar.
Baca juga: Angkutan sekolah gratis di Tangerang sudah dimanfaatkan 12.000 pelajar
