Tangerang (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Banten mengoptimalkan pembinaan terhadap 25 lokasi yang masuk dalam program kampung iklim (Proklim) Kementerian Lingkungan Hidup dan telah didaftarkan dalam Sistem Registri Nasional (SRN).
Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi di Tangerang, Sabtu, mengatakan pembinaan yang dilakukan, di antaranya cara mengolah dan mengelola sampah, memanfaatkan sisa makanan menjadi pupuk, hingga ketahanan pangan melalui menanam sayur mayur di pekarangan.
"Inovasi juga banyak dilakukan oleh kader-kader di tiap Kampung Proklim. Tak sedikit dari Kampung Proklim yang sudah menghasilkan produk yang dapat dijual dan mendapatkan nilai ekonomi," ujarnya.
Baca juga: DLH Tangerang tetapkan retribusi sampah rumah tangga Rp2.000-Rp125 ribu
Ia mendorong seluruh pengurus Kampung Proklim dapat menjaga konsistensinya dan berinovasi dalam mengolah sampah dari sumber, sehingga menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.
"Kami harap seluruh Kampung Proklim tetap semangat, konsisten, dan menjaga kekompakan untuk menjaga lingkungan. Mudah-mudahan dapat memberi inspirasi bagi warga lainnya di Kota Tangerang," ujarnya.
Hingga 2024, Pemkot Tangerang membina 509 kampung setingkat tapak (RW) yang tersebar di seluruh wilayah di Kota Tangerang.
Penghargaan/apresiasi kepada pengelola lingkungan sebanyak 74 lokasi Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Pada tahun 2022, Pemkot Tangerang juga mendapatkan penghargaan Pemerintah Kota sebagai Pembina Kampung Proklim.
"Pada tahun ini, dari 25 lokasi kampung binaan, ada satu calon kategori Lestari," katanya.
Baca juga: Kurangi buangan sampah ke TPA, DLH Tangerang optimalkan peran tujuh TPST3R
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menambahkan Kampung hijau di RW 03 Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang masuk dalam proses verifikasi Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari dari KLH/BPLH
Ia mengungkapkan keberhasilan RW 03 meraih penghargaan ProKlim kategori Utama di ajang SDGs Banten Award 2024 adalah hasil dari sinergi antara program pemerintah dan inisiatif warga yang tumbuh secara organik.
“Keberhasilan kampung ini adalah cermin dari kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat. Dari keterlibatan aktif warga hingga inovasi lingkungan seperti Rumah Eco Enzyme, semua menunjukkan bahwa RW 03 layak menjadi percontohan nasional,” ujarnya.
Baca juga: Wakil Bupati Serang ajak warga kurangi sampah plastik
