Minggu, 22 Oktober 2017

Kota Depok Incaran Pengembang REI

id Properti Depok
Kota Depok Incaran Pengembang REI
Daya tarik pengembang properti di kota Depok adalah fasilitasnya yang lengkap seperti hadirnya Terminal Jatijajar. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Akses yang mudah ditunjang sarana dan prasarana yang lengkap membuat properti tumbuh di Kota Depok
Jakarta (Antara News) - Kota Depok Provinsi Jawa Barat menjadi incaran pengembang anggota REI  seiring dengan bertumbuhnya infrastruktur di kawasan tersebut.

"Akses yang mudah untuk menjangkau Ibu Kota Jakarta melalui komuterline, bus Trans Jakarta, serta hadirnya tol Cinere - Jagorawi dan Depok - Antasari menjadi nilai tambah kawasan ini," kata Ketua DPD REI Jawa Barat, Irfan Firmansyah saat dihubungi, Selasa.

Irfan mengatakan, pembangunan properti baik hunian maupun komersial di kawasan ini sangat pesat karena daya serap pasarnya juga tinggi.

Salah satu contoh yang tengah dikembangkan di kawasan ini adalah proyek pembangunan mall Pesona Square yang berlokasi di Jalan Juanda Kota Depok berdekatan dengan akses Jalan Tol Cinere - Jagorawi.

Lokasinya yang strategis membuat ruang komersial proyek ini memiliki tingkat serapan cukup tinggi. Bahkan ruang ritelnya terserap hampir 100 persen dalam waktu yang tidak terlalu lama pasca peluncurannya.

Harus diakui daya tarik kota Depok bagi pengembang properti karena hadirnya  infrastruktur jalan tol Cinere - Jagorawi (Cijago) dan Depok - Antasari (Desari) diprediksi mendorong pertumbuhan properti di Depok, Jawa Barat.

Hadirnya jalan tol yang saat ini tengah tahap pembangunan berhasil mendongrak nilai tanah di kawasan ini sekitar 20 persen setiap tahunnya.

Direktur Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengakui kehadiran jalan tol di Depok membuat harga lahan di kawasan ini mengalami kenaikan cukup tinggi terutama wilayah Margonda, jalan Juanda dan sekitarnya sehingga dikoridor ini pembangunan harus vertikal, sedangkan untuk landed kini bergeser ke arah lebih jauh ke selatan, yakni Sawangan dan Bojonggede.

Menurut Ali kalau pada era tahun 2003 proyek apartemen di koridor Margonda hanya menyasar pasar sewa mahasiswa, maka dalam beberapa tahun terakhir ini pasar properti dikawasan ini sudah mulai menyasar keluarga muda.

Lebih jauh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, Jalan Tol Cijago Seksi II (Jalan Raya Bogor - Kukusan) ditargetkan selesai akhir 2017. Jalan tol ini terdiri atas dua bagian yakni Margonda - Cisalak dan Margonda - Kukusan dengan progres konstruksi masing-masing mencapai 68 dan 50 persen.

Dia mengungkapkan, Tol Cijago terdiri atas tiga seksi. Seksi I (Cimanggis - Jalan Raya Bogor) sudah beroperasi pada 2012. Sedangkan Seksi III (Kukusan - Cinere) masih dalam proses pembebasan lahan yang mencapai 3 persen. Akses keluar masuk tol akan berlokasi di Jalan Raya Bogor, Margonda, dan Cinere.

Di samping itu, Herry juga mengatakan pembangunan jalan tol Depok - Antasari seksi I Antasari - Brigif ditargetkan selesai akhir 2017. Saat ini penyelesaian konstruksi sudah mencapai 49,5 persen dengan pembebasan lahan 97 persen.

Jalan tol Depok - Antarasari terdiri dari  dua seksi meliputi Brigif - Sawangan masih dalam proses pembebasan lahan  28 persen, kata Herry.

Dalam desainnya kedua ruas tol Cinere - Jagorawi dan Depok - Antarasari nantinya akan memiliki titik pertemuan di Krukut bagian dari seksi Brigif - Sawangan. 

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga