Lebak (ANTARA) -
"Untuk menciptakan suasana kondusif, aman dan nyaman tidak bisa ditangani hanya satu kelompok saja,namun melibatkan semua pemangku kepentingan,"kata Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol) Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, Kamis.
Baca juga: Bupati Lebak minta JCH lansia jaga kesehatan dengan baik
Apalagi, saat ini menghadapi tahun demokrasi atau tahun politik sehingga pemerintah daerah menggandeng para pihak untuk menciptakan suasana aman, nyaman dan kondusif.
Keterlibatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Kewaspadaan Dini Daerah (FKDD) dan Tim Kewaspadaan Dini (Wasdin) yang anggotanya terdiri dari intel Kejaksaan, Kodim, Korem, Polisi, Bais dan BIN.
Mereka Tim Wasdin, FKDM dan FKDD bersinergi untuk melakukan deteksi dini, baik politik, ekonomi dan konflik sosial maupun konflik kerawanan sosial lainnya.
"Kita lebih mengutamakan deteksi dini untuk mencegah konflik sosial dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dibandingkan setelah kejadian,"kata Sukanta.
Menurut dia, pihaknya lebih mengutamakan deteksi dini dan jangan sampai terjadi konflik sosial hingga konflik berbau SARA, terlebih menghadapi Pemilu 2024.
Selama ini, katanya, tugas para pihak mampu mengantisipasi permasalahan yang berkembang di masyarakat, sehingga tidak menimbulkan sumber konflik sosial, kerusuhan dan anarkisme.
Ia mencontohkan, jika ada kelompok mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi maka tim deteksi dini perlu mempertanyakan kepada mereka. Apa topik aspirasi yang akan disampaikan, maka tim deteksi dini perlu mengetahui dan jangan -jangan demontrasi itu menimbulkan anarkisme, sehingga perlu dilakukan pencegahan.
"Kita tidak melarang aksi demonstrasi itu, namun setidaknya mengetahui untuk penyampaian aksi itu guna mencegah tindakan anarkisme yang bisa menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban,"kata Sukanta.