Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, melakukan mengantisipasi dampak yang terjadi di masyarakat setelah harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara resmi dinaikkan dengan melakukan perumusan jangka pendek dan panjang.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, Banten, Senin mengatakan beberapa upaya dalam perumusan antisipasi inflasi daerah dari dampak kenaikan BBM itu di antaranya dengan pengendalian kemampuan daya beli masyarakat.
Baca juga: Bupati Tangerang: Inovasi pertanian demplot dan mina padi perlu dikembangkan
"Kita sudah dari minggu lalu, jadi nanti sudah ada perhitungannya karena ini kan baru kemarin (kenaikan BBM) itungan riilnya dikeluarkan. Tapi, untuk kenaikan yang sudah diantisipasi, mudah-mudahan bisa berjalan programnya," katanya.
Selain itu, saat ini, Pemkab Tangerang juga tengah menyiapkan pengendalian dengan ketentuan terkini yaitu mengelola kembali APBD untuk disiapkan sebagai pengurangan beban masyarakat.
"Terkait bansos, nanti nunggu dari pemerintah pusat. Nanti, kalau pusat sudah dan ada yang belum tercakup dari APBN, baru disiapkan oleh APBD kabupaten," ujarnya.
Kemudian, dikatakan Zaki, dalam rencana jangka panjang pihaknya bersama instansi terkait yang ada di wilayahnya itu akan menjamin kelancaran pasokan maupun ketersediaan kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panic buying menyikapi kenaikan harga BBM ini, karena pemerintah telah memperhitungkan semuanya.
"Gak perlu panic buying, karena stok semuanya ada dan kenaikannya sudah diperhitungkan oleh pemerintah agar tidak membebani masyarakat," kata dia.