Serang (ANTARABanten) - Ribuan masyarakat Banten memenuhi dan memadati rumah duka almarhum TB Chasan Sochib di kawasan Ciceri, Kota Serang, mereka yang datang bukan saja dari kalangan masyarakat biasa, namun juga sejumlah pejabat.
"Tadi saya ikut menyembahyangkan jasad beliau di barisan pertama," kata tokoh masyarakat Banten dan juga salah satu pendiri Provinsi Banten, H Embay Mulyasyarif, usai menshalatkan jenazah di Masjid Al-Bantani, di kawasan pusat pemerintahan Provinsi Banten, Kamis.
Dia menjelaskan, shalat jenazah di Masjid Agung Al-Bantani yang dilakukan dua gelombang itu diikuti oleh ratusan warga. "Tadi yang menjadi imam shalat jenazah Pak Profesor Wahab Afif," katanya menjelaskan.
Chasan Sochib lahir di Desa Kadu Bereum, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, tahun 1930. Almarhum merupakan putra pasangan H TB Sochib dan Hj Ratu Rafiah.
Selama hidup, almarhum adalah pendiri dan Ketua Umum Pengurus Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten Indonesia (PPPSBBI) dari tahun 1971 sampai sekarang, Ketua Umum DPP Satkar Ulama Indonesia 2022-2015, pendiri Kadin dan Gapensi Provinsi Banten 1977, pendiri Untirta Banten 1981.
Selain itu, almarhum merupakan Ketua Umum DHD'45 Provinsi Banten, pendiri dan Pembina Ikatan Qori dan Qoriah Banten 1985, Pendiri Museum Krakatau di Carita, Pandeglang 1987, Penasehat Himpunan Keluarga Sulawesi Selatan (HKSS) 1980 sampai sekarang, Pendiri Koperasi Wasta Karya 1987, Pendiri Museum Banten Lama 1988, Ketua Yayangan Pembangunan Banten 1990 sampai sekarang, Anggota Dewan Pertimbangan Gapensi Pusat 1990 sampai sekarang.
Almarhum juga merupakan Pendiri Koperasi Warga Pendekar Banten 1995, Ketua Dewan Penasehat Kelompok Kerja Pembentukan Provinsi Banten 1998, Deklarator Pembentukan Provinsi Banten 1999, Penasehat Ikatan Persaudaraan Lampuang SAI, Banten Bugis 1999, Ketua Umum Dewan Penasehat Badan Koordinasi Komite Pembentukan Provinsi Banten 2000. Ketua Dewan Penasehat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia 1999-2004 , Penasehat Tabloid Niaga dan Industri Jawa Barat 2000, Pendiri Kafilah Banten 2008, dan Pendiri serta Ketua Dewan Penyantun Dewan STAISMAN 2000.
Selain menjabat puluhan organisasi masyarakat serta keagamaan, almarhum juga mendapatkan penghargaan Bintang Legiun Veteran RI tahun 2003, Penghargaan Indonesia Development Award 2001, sebagai tokoh sosial Indonesia, sebagai sesepuh Batalyon Infantri 320 Badak Putih tahun 2000.
Penghargaan dan medali perjuangan 45 dari Dewan Harian Nasional Angkatan 45, Penghargaan dari Dewan Pimpinan Pusat Siliwangi Indonesia tahun 2002 sebagai pejuang Siliwangi Indonesia tahun masa bhakti 1996-2002, penghargaan dari Pusdiklat Kementerian Pertahanan RI 2010, dan penghargaan dari pikiran rakyat Bandung tahun 2001.
Hadir dalam acara shalat jenazah, Ketua M3B, H Embay Mulya Syarif, Mantan Wali Kota Cilegon Tb Aat Syafaat. Sementara pejabat yang datang di rumah duka, Wali Kota Cilegon Tb Iman Ariyadi, Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi.
Usai dishalatkan, jenazah langsung diserahkan ke negara, oleh perwakilan keluarga yang juga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah kemudian menyerahkan ke Korem 063 Maulana Yusuf untuk dilakukan prosesi secara militer.
Setelah kurang lebih 15 menit proses penyerahan dan upacara militer, pukul 09:45 WIB, jenazah langsung dibawa ke Pemakaman Keluarga di Desa/Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Editor : Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.