Tangerang (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Banten menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) jenjang SMP untuk mencari sekaligus mengembangkan talenta terbaik di bidang seni.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar di Tangerang, Senin, mengatakan Porseni merupakan salah satu sarana untuk menemukan siswa yang memiliki potensi dan bakat di bidang tertentu.
"Ini adalah ajang untuk pencarian minat bakat, artinya untuk mencari talenta yang terbaik dari anak-anak. Di mana talenta ini menjadi kunci dari keberhasilan untuk kita mengelola sumber daya kita," kata Wahyudi di SMP Negeri 6 Kota Tangerang, Senin.
Baca juga: Disdik Tangerang: Porseni strategi belajar menyenangkan di luar kelas
Porseni yang berlangsung selama satu hari tersebut mempertandingkan tiga mata lomba seni, yakni melukis, pantun battle, dan vokal grup. Para siswa diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka melalui kompetisi.
Menurut dia, setiap anak memiliki kelebihan masing-masing. Karena itu, pengembangan potensi siswa perlu disesuaikan dengan minat dan bakat yang dimiliki.
"Setiap manusia itu punya sebuah kelebihan yang bisa kita refleksikan sesuai dengan minat dan bakat. Jadi artinya bahwa mau dan mampu itu ada pada sebuah titik keseimbangan," ujarnya.
Baca juga: Pemprov Banten salurkan bantuan operasional masjid di Kota Tangerang
Wahyudi menegaskan Porseni tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter siswa melalui pengalaman bekerja sama, membangun kekompakan, dan menjunjung persaudaraan.
"Tidak cuma sehat, pintar, tapi juga berkarakter. Saya rasa itu yang menjadi wadah dari Porseni ini, sebagai wadah untuk bisa mengembangkan bakat dari anak-anak dan membentuk karakter anak-anak sehingga bisa belajar tentang arti dari kerja sama, arti dari sebuah kekompakan, dan arti dari sebuah persaudaraan," katanya.
Dia mengatakan siswa yang menunjukkan potensi melalui ajang tersebut selanjutnya dapat memperoleh pembinaan secara berjenjang. "Ajang pencarian bakat ini kita bina secara berjenjang, tentunya dari mulai tingkat satuan sekolah sampai nanti dengan tingkat nasional," jelasnya.
Menurut Wahyudi, pembinaan secara berkelanjutan penting dilakukan agar potensi yang dimiliki siswa tidak berhenti setelah mengikuti perlombaan. "Tentunya harapannya secara rutin, secara sustain, secara kontinu bisa kita bina untuk menjadikan anak-anak kita anak yang berprestasi," pungkasnya.
Baca juga: Pemkot Tangerang sebut "Urban farming" hadirkan ketahanan pangan dari rumah
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.