Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) Klutser 1 Wilayah Utara Program Inovasi Desa (PID)  Kabupaten Lebak, Kamis, menyatakan agar Lebak keluar dari status sebagai daerah tertinggal, maka harus melompat lebih tinggi.

Pada kegiatan yang yang digelar Pemkab Lebak melalui Tim Inovasi Kabupaten Lebak diikuti oleh 522 peserta dari 172 desa dari 15 kecamatan di Lebak itu, Iti menyatakan memasuki era keterbukaan infomasi dengan teknologi yang semakin canggih serta perubahan yang sudah sangat sedemikian dinamis dengan persaingan yang semakin ketat antar entitas, negara dengan negara.

Pemenang persaingan yang akan survive pada masa ini tidak lagi ditentukan oleh besar kecil, kuat lemah, tapi cepat atau lambat dimana siapa yang tidak cepat berubah dan adaptif terhadap perubahan dunia global yang dalam industri belakangan kita kenal revolus industri 4.0, maka dia akan tertinggal dan hanya akan menjadi korban peradaban serta pangsa pasar yang konsumtif dalam perkonomian yang pada akhirnya menjadi bangsa yang tidak (lagi) mandiri.

"Kami berharap bursa inovasi desa ini menjadi arena ajang bertemunya gagasan / ide, tukar menukar karya dan informasi antar desa. maka, pondasi utamanya adalah saling terbuka," katanya.

Iti juga menambahkan bahwa bursa inovasi desa merupaka sarana untuk menjembatani kebutuhan pemerintahan desa terhadap berbagai alternatif solusi dari permasalahan yang dihadapi, disamping untuk mengumpulkan inisiasi kebaruan dalam proses pembangunan desa yang lebih efektif dan segar.

"Mari kita kita tingkatkan sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah desa terlebih setelah lebak keluar dari status daerah tertinggal, mari kita melompat lebih tinggi bukan lagi berjalan karena dinamika perubahan yang sedemikian cepat membutuhkan pelayanan yang semakin cepat dan tata kelola birokasi pemerintahan di setiap lini yang berdaya saing, membutuhkan lompatan-lompatan kemajuan tiap daerah, dengan demikian kita akan menjadi daerah yang semakin maju laju kuncinya, kita semua harus cepat..cepat dan cepat," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lebak Rusito sekaligus Koordinator Tim Inovasi Kabupaten Lebak menjelaskan pada kegiatan bursa invosi desa ini, pihak desa akan memilih program-program yang akan diapliaksikan di desanya masing-masing terkait Bidang Infrastruktur, Bidang Sumber Daya Manusia dan Bidang Kewirausahaan/Ekonomi.

"Singkirkan mental block untuk mempercepat penerapan inovasi desa itu sendiri, silahkan diamati, ditiru dan dimodifikasi untuk kemudian direplikasi pada antar desa. sekali lagi, modal dasarnya adalah semangat take and give, mau memberi dan mau menerima transfer pengetahuan," katanya.

Untuk diketahui Program Inovasi Desa (PID) secara umum bertujuan untuk mendorong penggunaan dana desa yang lebih berkualitas, efektif dan efesien melalui berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang lebih inovatif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat desa.

Dalam jangka menengah, upaya ini diharapkan mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi perdesaan serta membangun kapasitas desa yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat dan kemandirian desa, sesuai dengan arah dan kebijakandan sasaran Kementerian Desa PDTT pada RPJMN 2015-2019.

Baca juga: Musabaqoh Syahril Qur'an peringati HUT RI Ke 74 di Lebak dibuka

Pewarta: Sambas

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2019