Wali Kota Sukabumi, Jawa Barat, Achmad Fahmi mengatakan upaya memberantas keberadaan geng motor yang sudah meresahkan masyarakat dengan aksi-aksinya yang nekat, cenderung anarkis bahkan tidak segan melukai orang lain, terus dilakukan meskipun sulit.
 
"Memang keberadaan geng motor sulit diberantas, tetapi berkat ketegasan pihak keamanan khususnya Polres Sukabumi Kota aksi-aksinya saat ini bisa dikendalikan," katanya di Sukabumi, Selasa.

Menurut dia, memberantas geng motor bukan hanya tugas pemerintah, Polri, dan aparat keamanan lainnya saja tetapi masyarakat pun harus ikut berkolaborasi untuk memberantas segala macam bentuk aksi kriminalitas jalanan.

Pihaknya juga prihatin dengan kejadian penyerangan yang diduga dilakukan oleh geng motor terhadap petugas kebersihan TMC Satlantas Polres Sukabumi yang mengakibatkan Enjih alias Gagu (23) mengalami luka berat di beberapa anggota tubuhnya karena tusukan dan sabetan senjata tajam.

Bahkan, di hari yang sama yakni Minggu (31/3) anggota geng motor pun menyerang warga dan aparat kepolisian di Jalur Lingkar Selatan Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Pada kasus ini satu orang tersangka berhasil diciduk beserta barang bukti sebilah senjata tajam.

"Jika ada masyarakat yang melihat di daerah sekitarnya yang diindikasikan adanya aksi kriminilitas dan aktivitas geng motor untuk segera melaporkan kepada kami (Muspida Kota Sukabumi) untuk segera ditangani," katanya.

Fahmi mengatakan untuk antisipasi pergerakan geng motor di kota yang dipimpinnya tersebut secara rutin pihaknya bersama aparat keamanan lainnya seperti TNI dan Polri melakukan operasi atau razia.

Sebelumnya, seorang pemuda yang sering dipekerjakan untuk bersih-bersih di TMC Satlantas Polres Sukabumi Kota menjadi korban penganiayaan akibat dibacok dan ditusuk oleh orang tidak dikenal yang diindikasikan sebagai anggota geng motor. Korban pun langsung tidak sadarkan diri dan sempat koma saat menjalani perawatan di RS Kartika Kasih Kota Sukabumi dan saat ini sudah dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

Pewarta: Aditia Aulia Rohman

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2019