Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Banten mengatakan 298 satgas kurban yang telah dibentuk di seluruh kelurahan di daerah itu melakukan pendampingan dan pemeriksaan kegiatan pemotongan hewan kurban di wilayah tugas masing-masing.

Kepala DKP Kota Tangerang Muhdorun di Tangerang, Rabu, mengatakan satgas telah mendapatkan sosialisasi tata laksana pemotongan dan penanganan hewan kurban dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pemeriksaan dilakukan meliputi kualitas daging, organ hati, hingga memastikan daging kurban aman dan layak dikonsumsi masyarakat.

Baca juga: PT. IKPP Serang salurkan puluhan hewan kurban

Ia menjelaskan apabila ditemukan organ atau daging yang terindikasi mengandung cacing maupun tidak layak konsumsi maka petugas akan langsung melakukan penarikan agar tidak didistribusikan kepada masyarakat.

"Pemkot Tangerang juga mengimbau seluruh panitia kurban dan masyarakat untuk tetap memperhatikan aspek kebersihan selama proses pemotongan hingga pendistribusian daging kurban," katanya.

Selama tiga hari masa pelaksanaan pemotongan hewan kurban, satgas akan melakukan pemantauan dan pendampingan.

"Jika ada kendala bisa langsung melapor. Penempatan petugas ini untuk memastikan pelaksanaan pemotongan hewan kurban berjalan aman, sehat dan sesuai standar higienis yang ditetapkan," ujarnya.

Pihaknya juga menyiagakan 45 petugas teknis kesehatan hewan dan medik veteriner untuk melakukan pengawasan secara langsung di lapangan.

”Petugas tersebut berasal dari DKP Kota Tangerang dan turut dibantu oleh Kesatuan Dokter Hewan Banten. Selain itu, terdapat pula 11 mahasiswa perguruan tinggi kedokteran hewan yang dilibatkan dalam proses monitoring dan pendampingan,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Lebak pastikan hewan untuk kurban bebas penyakit

Pewarta: Achmad Irfan

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026