Tangerang (ANTARA) - Legislator mengatakan, masyarakat wajib memperhatikan limbah hasil penyembelihan hewan kurban agar tidak menimbulkan pencemaran dan lingkungan tetap bersih.

"Kebersihan lingkungan khususnya pengelolaan limbah hewan kurban, sebelum dan sesudah pemotongan agar tetap terjaga kebersihannya. Ini jadi perhatian kita semua untuk saling mengingatkan," kata Anggota DPRD Kota Tangerang Sumarti di Tangerang Rabu.

Ia mengatakan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban harus dilakukan secara tertib, higienis, dan bebas dari dampak limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitar.

Baca juga: Bupati Tangerang: Idul Adha perkuat nilai kepedulian sosial

Maka itu peran aktif perangkat daerah terkait juga sangat diperlukan untuk terus melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada panitia kurban maupun masyarakat terkait tentang tata kelola kurban yang aman, sehat, dan ramah lingkungan.

“Pelaksanaan kurban harus berjalan sesuai syariat sekaligus memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kami mengimbau panitia kurban menjaga proses penyembelihan tetap bersih dari limbah serta pedagang hewan kurban mengelola kotoran hewan dengan baik,” ujar Sumarti.

Selain pengelolaan limbah, Sumarti menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih (ante-mortem). Hewan kurban harus dipastikan sehat, aktif, cukup umur, tidak cacat, serta bebas dari penyakit menular, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Hewan kurban harus dipastikan benar-benar sehat sebelum disembelih. Jangan sampai masyarakat membeli hewan yang tidak memenuhi syarat kesehatan maupun syariat,” katanya.

Kepala DKP Kota Tangerang Muhdorun mengatakan telah dibentuk satgas dan diberikan edukasi terkait tata laksana pemotongan dan penanganan hewan kurban bersama Institut Pertanian Bogor (IPB).

Baca juga: Dinas Pertanian Banten jamin kelayakan hewan kurban



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026