Kota Tangerang (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Banten, mendistribusikan obat-obatan kepada para pedagang hewan kurban sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan kesehatan hewan selama masa penjualan.
"Ini adalah upaya kami memastikan hewan yang disediakan pedagang memenuhi kriteria syariat maupun kesehatan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun di Tangerang Jumat.
Sejauh ini, hewan yang dipasok dari Bima maupun peternak lokal seperti Jawa Barat dan Lampung terpantau sehat dan bebas dari PMK (penyakit mulut dan kuku).
Namun demikian, pihaknya bersama dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten melakukan pemeriksaan intensif terhadap ratusan hewan kurban di lapak-lapak pedagang.
Baca juga: Pemkot Tangerang siapkan operasi pasar jelang Idul Adha
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa hewan yang dijual memenuhi dua aspek utama kriteria syariat Islam dan standar kesehatan hewan.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh yakni organ vital mulai dari kondisi mata, mulut dan kuku untuk memastikan bebas dari penyakit.
Lalu usia dengan pengecekan struktur susunan gigi guna memastikan hewan sudah cukup umur.
"Kami juga memeriksa kelengkapan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal. Ini jadi syarat utama," katanya.
Pihaknya juga mengimbau warga Kota Tangerang agar lebih selektif saat membeli hewan kurban.
"Belilah hewan di lapak yang sudah memiliki label atau stiker pemeriksaan resmi dari Dinas Ketahanan Pangan," tambahnya.
Baca juga: Pemprov Banten datangkan 80 persen hewan kurban dari luar daerah
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.