Serang (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Banten, melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara masif di 29 kecamatan mulai 13 hingga 25 Mei 2026 guna memastikan kelayakan dan keamanan ternak menjelang Idul Adha.

Dokter Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada DKPP Kabupaten Serang, Yesi Pratiwi Kusumawati, di Serang, Senin, mengatakan proses pengawasan tersebut meliputi pengecekan fisik menyeluruh hingga tahap antemortem.

"Pemeriksaan kesehatan hewan ini kita lakukan di 29 kecamatan, salah satunya dibantu oleh teman-teman dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kramatwatu. Kita juga sekaligus melakukan pendataan komoditas kambing, domba, sapi, dan kerbau yang dijual tahun ini," kata Yesi usai pemeriksaan hewan kurban di Saung Ternak Terate, Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Baca juga: Pemprov Banten datangkan 80 persen hewan kurban dari luar daerah

Dalam proses pemeriksaan di lapangan, tim kesehatan hewan berfokus pada deteksi dini penyakit menular strategis. Berdasarkan hasil pantauan sementara, petugas belum menemukan adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada lapak-lapak penjualan.

Yesi menjelaskan, keluhan kesehatan ternak yang ditemukan sejauh ini hanya bersifat ringan dan dapat ditangani di lokasi.

"Penyakit yang kita temukan rata-rata penyakit ringan seperti ORF, sakit mata, dan diare. Kebanyakan juga mengalami luka atau stres akibat proses transportasi," paparnya.

Baca juga: DKP Kota Tangerang distribusikan obat jaga kesehatan hewan kurban

Untuk menjamin keamanan masyarakat, DKPP Kabupaten Serang menerapkan prosedur ketat apabila nantinya ditemukan ternak yang terindikasi mengidap penyakit menular. Petugas tidak akan mengizinkan hewan tersebut diperjualbelikan.

"Kita pastikan aman. Kalau terjadi penyakit hewan menular, akan ditahan dulu untuk dilakukan pengobatan dan dipastikan tidak untuk dijual," Yesi menegaskan.

Selain melakukan pemeriksaan fisik, petugas di lapangan turut mengedukasi para peternak dan pedagang terkait tata cara pemberian vitamin, obat cacing, pengobatan sakit mata, hingga sosialisasi prosedur administrasi lalu lintas hewan ternak lintas wilayah.

Rangkaian pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini dijadwalkan berakhir pada 25 Mei 2026 dan akan dipusatkan di wilayah Pabuaran.

Baca juga: Sapi 1,15 ton asal Tangerang terpilih jadi hewan kurban presiden



Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026