Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengajak para kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan badan otonom (banom) lainnya untuk menjaga kondusivitas daerah dalam menyebarkan syiar ahlussunah wal jamaah (aswaja) di Kabupaten Serang.

Hal tersebut disampaikan Zakiyah, sapaan akrabnya, saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Sabtu.

"Sebagai bupati, saya mengapresiasi Muslimat NU maupun banom NU lainnya yang terus menjaga kondusivitas dalam rangka menyiarkan ajaran ahlussunnah wal jamaah di Kabupaten Serang," katanya.

Baca juga: Muslimat NU diajak sukseskan wajib belajar 13 tahun

Ia meyakini seluruh kader memiliki tekad kuat untuk berkhidmat, menjaga tradisi Aswaja, sekaligus berkiprah aktif dalam membangun daerah sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Banten, Zakiyah, menjelaskan bahwa peringatan Harlah kali ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial. Bekerja sama dengan PC Muslimat NU dan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, pihaknya menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi sekitar 100 peserta dan membagikan makanan tambahan untuk anak terindikasi stunting.

Rangkaian kegiatan kepedulian sosial itu dilanjutkan dengan kunjungan ke Panti Werdha Dinas Sosial Provinsi Banten untuk memberikan bantuan kasur dan makanan kepada warga lanjut usia (lansia). Selain itu, rombongan juga menjenguk kader yang sedang sakit di Kota Serang dan berziarah ke makam salah satu penggagas Muslimat NU, Nyai Siti Sarah, bersama PC Muslimat NU Pandeglang.

"Ini adalah rangkaian menuju puncak Harlah yang rencananya akan dilaksanakan pada 25 April di Ponpes Bai Mahdi Sholeh Ma'mun. Acara tersebut dijadwalkan akan dihadiri Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi," terangnya.

Baca juga: Sinergi Pemkab dan buruh Serang hadirkan layanan publik pada May Day

Selain menjaga tradisi keagamaan seperti tahlil dan selawat yang menjadi ciri khas Aswaja, Zakiyah secara khusus menginstruksikan para kader untuk menjalankan Program Darling (Sadar Lingkungan), terutama dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga dan masyarakat.

"Ibu-ibu Muslimat harus berbuat sesuatu yang berdampak baik bagi masyarakat. Misalnya saat pengajian, kita harus bergerak membersihkan dan mengelola sampah. Sebagai bukti nyata, hari ini kami membagikan botol minum agar ke depan kita tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai yang sulit terurai," paparnya.

Zakiyah berharap apa yang dilakukan Muslimat NU Banten dapat menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan di daerah.

Baca juga: Bulog salurkan 15.000 liter Minyakita ke Pasar Rau Serang, stok aman

Pewarta: Desi Purnama Sari

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026