Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kabupaten Lebak, Banten menyasar ke sekolah, posyandu dan perusahaan swasta untuk mewajibkan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Kita menargetkan sebanyak-banyak masyarakat dapat dilakukan pemeriksaan CKG untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045," kata Kepala Puskesmas Mandala Kabupaten Lebak dr.Riris Delita Siahaan di Lebak,Selasa.
Petugas medis terdiri dari perawat, bidan, dokter setiap hari di wilayahnya melakukan pemeriksaan CKG.
Mereka ditunjang dengan peralatan timbangan berat badan, tinggi badan, tensi, tensi meter, alat pemeriksaan gula darah, asam urat, telinga dan gigi.
Baca juga: Perkuat CKG, Kemenkes alokasikan alat rekam jantung
CKG ini sangat penting dilakukan, karena deteksi dini untuk mengetahui faktor risiko dalam mencegah penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, gula darah, kesehatan jiwa, penyakit paru-paru, obesitas sentral atau lingkar perut.
Apabila mereka teridentifikasi positif mengidap PTM, lanjut dia, masyarakat bisa menjalani pengobatan rutin lanjutan di rumah sakit.
Sebab, CKG ini dalam upaya untuk mencegah agar masyarakat tidak terkena risiko penyakit di kemudian hari, serta untuk menghindari adanya komplikasi yang terjadi.
"Jika teridentifikasi diabetes, maka rutin berobat jalan ke rumah sakit agar tidak terjadi komplikasi," katanya.
Baca juga: Pemkab Tangerang targetkan cakupan CKG hingga 1,6 juta jiwa
Untuk mensukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, kata dia , pihaknya mewajibkan masyarakat di wilayahnya untuk dilakukan pemeriksaan CKG dengan menyasar ke sekolah - sekolah mulai jenjang SD/SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.
Selain itu juga ke perusahaan - perusahaan swasta di sekitar Mandala Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak.
"Kami setiap hari melakukan pemeriksaan CKG, namun untuk jumlah peserta masih dalam pendataan," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Eka Darmana Putra mengatakan pihaknya kini mengintruksikan di 43 puskesmas agar gencar melakukan pemeriksaan CKG.
Baca juga: Tahun ini, Kemenkes optimalisasi cakupan CKG hingga 130 juta orang
Selama ini, Kabupaten Lebak untuk realisasi pencapaian program CKG pada 2025 terbesar kedua di Provinsi Banten setelah Kabupaten Tangerang dengan capaian 490 ribu jiwa atau 32 persen dari 1,5 juta penduduk.
Karena itu, pihaknya menargetkan tahun ini semua warga dilakukan pemeriksaan CKG dengan kolaborasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, BUMN, perusahaan swasta, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, serta lembaga penegak hukum dan TNI.
"Kolaborasi program CKG tersebut untuk mendukung generasi emas 2045, sehingga berbagai lapisan masyarakat harus hidup sehat dan berkualitas," kata Eka.
Sementara itu, Hasan (35), warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya mendatangi Puskesmas Rangkasbitung untuk dilakukan CKG agar mengetahui kondisi kesehatan tubuhnya dengan membawa identitas KTP.
"Kami merasa senang setelah dilakukan CKG kondisi tubuh sehat," katanya.
Baca juga: Awal 2026, Dinkes Banten fokuskan CKG untuk pekerja
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026